PPDB SMA di Pasuruan Dibagi Enam Zonasi, Begini Rinciannya

POHJENTREK – Mulai Senin (17/6), calon siswa baru SMA/SMK di Kota/Kabupaten Pasuruan mengikuti Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). Pendaftaran tingkat SMA dibagi menjadi 6 zonasi. Sedangkan SMK tidak dibatasi zonasi.

Pendaftaran itu sendiri dilakukan secara online di ppdbjatim.net. Dan dilakukan 24 jam sampai tanggal 20 Juni 2019.

Indah Yudiani, kepala cabang Dinas Pendidikan Menengah Wilayah Kabupaten Pasuruan dan Kota Pasuruan mengatakan, PPDB tingkat SMA/SMK tahun ini berbeda. PPDB SMA menggunakan sistem zonasi wilayah terdekat.

“Jadi, ini adalah upaya agar calon siswa bisa sekolah di sekolah yang terdekat dengan tempat tinggalnya. Termasuk dengan sistem zonasi ini untuk menghapus adanya sekolah favorit,” terangnya.

Untuk Kota dan Kabupaten Pasuruan, di tingkat SMA dibagi lima zonasi untuk Kabupaten Pasuruan dan satu zonasi untuk Kota Pasuruan. Zona 1 melingkupi Jabon, Rembang, Bangil, dan Beji yang masuk ke SMAN 1 Bangil.

Zona 2 ada Prigen, Pandaan, Ngoro, dan Gempol yang masuk ke SMAN 1 Pandaan. Lalu, Zona 3 meliputi Tutur, Wonorejo, Purwosari, Purwodadi, Lawang, Sukorejo, Kejayan, Kraton, dan Pohjentrek, masuk ke SMAN 1 Purwosari dan SMAN 1 Kejayan.

Selanjutnya, di Zona 4 meliputi Lekok, Winongan, Pasrepan, Rejoso, Gondangwetan, Nguling, Puspo, dan Tongas. Mereka bisa bersekolah di SMAN 1 Grati dan SMAN 1 Gondangwetan. Dan, Zona 5 meliputi Tosari dan Lumbang, masuk di SMAN 1 Tosari dan SMAN 1 Lumbang.

Sedangkan di Kota Pasuruan hanya ada satu zona. Yaitu, Bugulkidul, Gadingrejo, Panggungrejo, Purworejo, Rejoso, Kraton, Pohjentrek masuk ke SMAN 1 Pasuruan, SMAN 2 Pasuruan, SMAN 3 Pasuruan, dan SMAN 4 Pasuruan.

Untuk pendaftaran secara online, dibuka kuota 70 persen. Rinciannya, 50 persen dilihat dari zonasi terdekat dan 20 persen dari ranking hasil ujian nasional.

“Untuk pe-ranking-an langsung bisa dilihat secara online. Untuk zonasi akan dilihat jarak paling dekat. Jika ada yang jaraknya sama akan dilihat berdasarkan nilai hasil ujian nasional. Dan, jika masih sama, dipilih yang paling cepat mendaftar,” terangnya.

Selain pendaftaran online, sebelumnya sebanyak 30 persen sudah dilakukan pendaftaran offline. Yaitu, pada 11-13 Juni. Dari 30 persen ini, kuota jalur prestasi 5 persen, 20 persen untuk siswa tidak mampu, dan 5 persen untuk mutasi kerja orang tua.

Sedangkan di tingkat SMK, Indah mengatakan, tidak ditentukan zonasi. Calon siswa bisa memilih satu jurusan yang sama di dua sekolah yang berbeda. Namun, tetap dalam satu cabang dinas.

Di Kabupaten Pasuruan sendiri tercatat untuk SMA Negeri ada 8 SMAN dan SMK Negeri sebanyak 14 SMKN. Sedangkan di Kota Pasuruan ada 4 SMA Negeri dan dan 2 SMK Negeri.

“Untuk juknis sudah ada di ppdbjatim.net. Setelah siswa mendapatkan PIN bisa mendaftar di sekolah yang dituju. Terakhir sampai 20 Juni mendatang. Untuk pe-ranking-an dengan NUN juga secara realtime bisa dilihat,” ujarnya.

Abdul Hamid, kepala SMKN 1 Kejayan mengatakan, di hari pertama, tak ada lonjakan pendaftar di sekolahnya. Dikatakan hanya sekitar 40 calon siswa yang datang ke sekolah untuk mengambil PIN dan mendaftar.

“Mungkin karena online, pendaftaran bisa dilakukan di rumah. Sehingga, yang datang tidak terlalu banyak,” terangnya.

Namun, sekolah juga menyediakan 5 komputer bagi peserta yang mau mendaftar di sekolah. Menurutnya, semua sistem sudah terpusat di Provinsi Jatim. Sehingga, penerimaan ditentukan oleh Provinsi Jawa Timur. (eka/fun)