Pemkab Seriusi Banyubiru Jadi Wisata Syariah, Begini Konsepnya

WINONGAN–Pemkab Pasuruan terus mematangkan rencana mengembangkan wisata Banyubiru sebagai wisata syariah. Bupati Pasuruan Irsyad Yusuf menargetkan, pada 2020 mendatang, sudah dibuat pradesain atau detail engineering design (DED)-nya.

Gus Irsyad –sapaan akrab Irsyad Yusuf- menjelaskan, pengembangan wisata Banyubiru jadi wisata syariah dipastikan sudah final. Namun, realisasinya belum dalam waktu dekat ini.

“Saat ini masih dalam perencanaan. Baru pada tahun 2020 mendatang, disiapkan pradesain atau DED-nya,” terang Irsyad saat ditemui. Sementara rencana pembangunannya sendiri, baru dilakukan usai proses DED-nya tuntas.

Irsyad menerangkan, Pemandian Alam Banyubiru cukup potensial untuk dikembangkan sebagai ikon wisata alam di Kabupaten Pasuruan. Nah, dengan menjadikannya konsep syariah, maka bisa kian mendongkrak kunjungan wisatawan.

Terutama wisatawan muslim. “Nanti untuk tempat mandi baik alam dan yang buatan kita buat terpisah antara perempuan dan laki-laki. Hal ini lebih membuat nyaman pengunjung karena belum ada sebelumnya,” terangnya.

Untuk pemandian perempuan, nantinya bakal dibuat model tertutup. Sehingga wisatawan perempuan bisa kian nyaman menikmati pemandian yang terletak di Kecamatan Winongan itu.

Penerapan konsep pemandian syariah di wisata Banyubiru itu, disebutkan Irsyad, sesuai dengan karakter Pasuruan yang dikenal sebagai kota santri. Konsep itu juga dinilai cocok untuk wisata pendidikan anak-anak.

Wisata pemandian Banyubiru sendiri termasuk salah satu wisata yang jadi andalan untuk mendongkrak pendapatan daerah. Tahun lalu, Banyubiru mampu menyumbang pendapatan asli daerah (PAD) sebesar Rp 742 juta. Atau menyumbang 106 persen dari total Penerimaan Asli Daerah (PAD) tempat wisata sekabupaten.

Untuk tahun ini, Banyubiru ditarget memberi masukan ke kas daerah mencapai Rp 700 juta. Sementara PAD sektor wisata tahun ini sebesar Rp 800 juta. (eka/mie)