Misteri Raibnya HP-Berisi Duit saat Guru SMAN Leces Ditemukan Tewas

MAYANGAN-Tewasnya Guru SMAN 1 Leces Endang Sukeni, 60, Senin (17/6) pagi, masih menyisakan beragam tanda tanya. Di antaranya, ke mana tas dan HP korban yang hilang.

BERI KETERANGAN: Kasatreskrim Polres Probolinggo Kota, AKP Nanang Fendy Dwi Susanto saat memberikan penjelasan pada sejumlah awak media. (Rizky Putra Dinasti/ Radar Bromo)

Karena itu, petugas Polres Probolinggo Kota (Polresta) fokus untuk mencari barang korban yang hilang itu. Sebab, hilangnya tas dan HP korban ini membuat muncul dugaan, Endang jadi korban perampokan.

Bahkan, Kapolsek Wonoasih Kompol Sukanto saat kejadian menyebut, warga Kelurahan/Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo, itu diduga jadi korban perampokan, sekaligus pembunuhan.

Namun, Kasat Reskrim Polres Probolinggo Kota AKP Nanang Fendy Dwi Susanto menegaskan, hilangnya tas dan HP bukan menjadi satu rangkaian peristiwa dari meninggalnya korban. Sebab, hasil anatomi dan visum yang dilakukan tim Identifikasi Polres Probolinggo Kota dan Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jatim, menyebutkan hal sebaliknya.

Anatomi dan visum yang dilakukan pada Senin (17/6) malam di RSUD dr Mohamad Saleh Kota Probolinggo itu menyebut, korban tewas karena sakit dalam yang dideritanya. Karena itu, petugas melakukan penelusuran dan pemeriksaan lebih dalam, ke mana tas dan HP korban hilang.

“Apakah memang hilang atau kesingsal di dalam rumahnya. Bisa jadi HP dan tas milik korban Endang ditaruh atau dipindahkan sebelum meninggal,” terangnya.

Kemungkinan lain, menurut Kasat Reskrim bisa juga terjadi. Misalnya, ada warga yang memanfaatkan peristiwa meninggalnya Endang. Saat banyak orang sedang berkerumuan, warga tersebut mencuri tas yang di dalamnya berisikan HP itu.

Sebab, hasil olah TKP yang dilakukan petugas, tidak menemukan adanya kerusakan di pintu dan jendela rumah korban. Artinya, tidak ada orang yang berusaha masuk dengan cara paksa ke rumah itu.

“Jadi, bisa saja ada warga yang melihat jasad Bu Endang, kemudian melihat tas tersebut dan diambilnya. Segala kemungkinan bisa saja terjadi,” bebernya.

Oleh karena itu, Kasat Reskrim memerintahkan anggota untuk menelusuri lebih dalam. Termasuk meminta keterangan lagi pada pihak keluarga yang menyatakan bahwa tas dan HP korban hilang.

Pihaknya sendiri, menurut Kasat Reskrim, tidak mau berspekulasi. Apa dan bagaimana penyebab tas dan HP milik korban hilang.

“Yang jelas saat ini kami sedang melakukan penyelidikan tentang tas dan HP yang hilang tersebut. Jika nantinya hasil penyelidikan ternyata menemukan tas dan HP tersebut berada di tangan orang lain, maka si pemegang itu akan kami periksa,” jelas Nanang. (rpd/hn)