Meski Ada Protes soal Tempat Kremasi, Pemdes Upayakan Musyawarah

KRAKSAAN-Rencana pembangunan tempat kremasi jenazah yang berada di sisi barat kantor Desa Asembakor, Kecamatan Kraksaan, mendapat penolakan dari sebagian warga setempat. Warga yang menolak hanya khawatir, tempat kremasi tersebut akan terjadi gejolak di kemudian hari.

Protes warga ini, juga lantaran adanya proses izin, yang dianggap tidak sesuai dengan pengajuan awal. Dari yang semula untuk toko modern, namun warga merasa perizinan berubah menjadi tempat kremasi.

Menurut Hosmania salah seorang warga, apapun alasan pembangunan kremasi tersebut tidak dibenarkan. Pasalnya, melihat tempat yang padat pemukiman bukan tempat untuk penyimpanan mayat nonmuslim atau tempat kremasi. Nah, itu yang dikhawatirkan warga, karena dengan adanya bangunan itu desanya tidak lagi kondusif.

“Itu yang kami mau. Kami disini (desa) menginginkan suasana yang adem-ayem. Tidak ada gejolak seperti ini. Kalaupun sebelumnya kami diajak musyawarah, kemungkinan bangunan itu tidak akan jadi,” jelasnya.

Pantauan Jawa Pos Radar Bromo dilokasi, bangunan yang diperdebatkan tersebut sudah 90 persen. Luasnya kira-kira 300 meter persegi. Di dalamnya ada dua rungan yang saling berhadap hadapan. Sayang, saat ke lokasi wartawan media ini hanya bisa melihat dari pindu depan saja.

Mul salah seorang warga lain juga mengatakan hal yang sama. Menurutnya ia pun menolak bangunan itu. Pasalnya, tanah bangunan itu adalah tanah makam. “Disitu ada makam, kok tiba tiba dibangun sebuah bangunan,” katanya.

Sementara itu, Kades Asembakor Jainulloh saat dikonfirmasi mengenai penolakan warga mengaku, masih akan bermusyawarah dengan warganya. “Masih akan kami musyawarahkan. Untuk saat ini, saya enggan berkomentar dulu ya,” katanya.

Ditanya terkait warganya yang mengadu ke MUI setempat, Jainulloh mengaku, pihaknya landai saja menghadapi hal itu. Menurutnya, Indonesia adalah negara pancasila.

“Masa yang nonmuslim ndak boleh masuk rumah saya. Anggaplah desa itu rumah saya. Negara ini kan negara pancasila. Harus menghormati antarsesama. Yang nonmuslimpun harus dihormati,” ungkapnya. (sid/fun)