Jika Tak Diterima di Sekolah Awal, Calon Siswa Bisa Manfaatkan Sistem Arsiran

SISTEM zonasi yang banyak dikeluhkan orangtua calon siswa, sudah diantisipasi Dinas Pendidikan Kabupaten Probolinggo. Sehingga, siswa yang tak diterima di sekolah terdekat di sekolah pertama mendaftar, masih berkesempatan untuk mencari sekolah lain yang lokasinya dekat lainnya. Itu bisa terjadi apabila sekolah yang dituju overload.

Hal itu diungkapkan Kabid Pembinaan Sekolah Menengah Pertama (SMP) Dinas Pendidikan setempat Priyo Siswoyo. Menurutnya, dari zona yang ditetapkan ada arsiran. Sistemnya, siswa yang terjauh maka akan di tempatkan pada sekolah yang terdekat lainnya.

“Jadi dari zona yang telah ditetapkan ada arsiran. Zona yang paling jauh akan ditempatkan pada sekolah yang satunya,” ujarnya saat dikonfirmasi.

Menurutnya, pengalaman selama menerapkan sistes onasi, dengan ditetapkan jumlah rombel dan siswa yang sekolah, justru malah kekurangan. “Seperti yang ada di Kraksaan. Dari jumlah rombel dan juga kursi yang disediakan, malah kekurangan. Jumlahnya tidak tercapai,” ungkapnya.

Untuk yang overload atau melebihi pagu, lanjut Priyo, antara lain ada di SMP 1 Dringu, SMP 1 Leces, SMP 1 Pajarakan, dan SMP 1 Tongas atau SMP 1 Sumberasih.

“Itu yang kelebihan nanti siswanya dikembalikan ke sekolah yang terdekat. Seperti di Sumberasih 1 akan kami kembalikan ke Sumberaih dua. Begiti juga di Dringu satu, akan kami kembalikan ke Dringu dua. Prinsipnya tidak ada siswa yang tidak bersekolah. Semuanya kami layani,” ungkapnya. (sid/fun)