Diteriaki Maling HP, Pemuda asal Mangkrengan Ditangkap Massa

KANIGARAN – Seorang pemuda asal Mangkrengan, Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan, berinisial MA, ditangkap massa di Kota Probolinggo. Selasa (18/6) siang, pemuda 25 tahun itu diamankan setelah dituding mencuri handphone (HP).

Aksi massa itu terjadi di Bunderan Gladak Serang, Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo. MA dituding mencuri HP milik Zainal Arif, 35, yang ngontrak rumah di Kelurahan Jrebeng Wetan, Kecamatan Kedopok, Kota Probolinggo. Syukur, saat itu ada anggota Polres Probolinggo Kota yang melintas di lokasi kejadian. Dan, MA langsung diamankan ke Mapolresta.

Sejatinya, antara MA dan Arif sudah saling kenal. Bahkan, Arif mengatakan, Senin (17/6) malam, MA menginap di kontrakannya. “Saya tidur di lantai bawah bersama dengannya (MA). Sedangkan, istri saya tidur di lantai dua,” ujar Arif kepada Jawa Pos Radar Bromo di Mapolres Probolinggo Kota.

Ketika terbangun, Arif mengaku HP-nya raib. Begitu juga dengan MA. “Ketika saya cari HP tidak ada. Timbul kecurigaan pada MA. Sebab, paginya dia pergi duluan,” ujarnya.

Karena ingin HP-nya kembali, sekitar pukul 09.00, Arif berniat bertemu MA. Mereka pun janjian bertemu. Tak lama kemudian, Arif bersama istrinya bertemu MA di Bundaran Gladak Serang.

Menurut Arif, di Bundaran Gladak Serang, MA mengakui telah mencuri HP-nya. Namun, HP itu telah dipegang temannya. Karena emosi, terjadilah cekcok antara Arif dan MA. Bahkan, MA berusaha kabur.

Saat itulah, istri Arif spontan meneriakinya maling. Mendengar teriakan itu, sejumlah warga langsung berbondong-bondong hendak menghakimi MA. Bahkan, sejumlah warga terlihat geram hendak mendaratkan bogem mentahnya.

Beruntung, saat itu ada mobil Bhayangkari Cabang Probolinggo Kota, melintas. Sehingga, MA langsung diamankan sejumlah polisi dan lolos amukan massa.

MA dibawa ke Mapolresta dengan kondisi kedua tangan diikat ke belakang menggunakan karet ban dalam. Dia langsung dimasukan ke ruang penyidik reskrim Mapolresta.

Kasat Reskrim Polresta AKP Nanang Fendy Dwi Susanto mengatakan, terduga masih dalam proses pemeriksaan. Karenanya, pihaknya tidak banyak memberikan keterangan.

Pihaknya mengaku juga mendalami laporan warga, malam sebelumnya. Yaitu, adanya penjambretan yang dilakukan oleh pengendara sepeda motor Satria FU yang digunakan MA. “Kami dalami dulu. Apakah aksi pencurian itu benar atau tidak. Termasuk apakah ada hubungannya dengan aksi penjambretan kalung,” ujarnya.

Sebelumnya, Senin (17/6), nenek Aliya, 70, harus kehilangan kalung emas seberat 26 gram karena dijambret. (rpd/rud)