Ada Lebam-Hidung Keluar Darah di Mayat Guru SMA Leces, Ini Penjelasan Polisi

MAYANGAN– Polres Probolinggo Kota (Polresta) memastikan, korban Endang Sukeni, 60, meninggal karena sakit. Bukan, karena jadi korban perampokan dan pembunuhan seperti dugaan yang disampaikan Kapolsek Wonoasih Kompol Sukanto.

BERI KETERANGAN: Kasatreskrim Polres Probolinggo Kota, AKP Nanang Fendy Dwi Susanto saat memberikan penjelasan pada sejumlah awak media. (Rizky Putra Dinasti/ Radar Bromo)

Kepastian ini didasarkan pada hasil visum dan anatomi yang dilakukan tim Identifikasi Polres Probolinggo Kota (Polresta) beserta tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jatim. Visum dan anatomi yang dilakukan Senin (17/6) malam di RSUD dr. Mohamad Saleh itu menyatakan, korban tewas karena penyakit dalam yang dideritanya.

Hasil visum dan anatomi itu disampaikan Kasat Reskrim Polresta AKP Nanang Fendy Dwi Susanto, Selasa (18/6) siang di Mapolresta pada wartawan. Menurutnya, ada beberapa hal yang diketahui dari hasil visum dan anatomi itu.

Di antaranya, tidak ditemukan tanda akibat tindak kekerasan di tubuh korban. Baik itu luka karena benda tumpul ataupun benda tajam.

“Pemeriksaan dilakukan oleh tim Kedokteran dan Kehakiman Forensik Polda Jatim pukul 21.30 sampai 23.00. Saat itu kami juga menghadirkan pihak keluarga untuk menyaksikan secara langsung visum itu,” terang perwira yang akrab disapa AKP Nanang tersebut.

Hasil dari analisis awal, lanjut Nanang, memang wajah korban terlihat bengkak dan lebam. Termasuk kedua kelopak matanya. Selain itu, keluar darah dari hidungnya. Kemudian, lidah sedikit menjulur. “Jadi ketika dilihat sepintas, seolah matanya dipukuli hingga lebam begitu,” bebernya.

Namun, setelah dilihat secara mendetail, termasuk bagian mata dalam, tidak ada tanda-tanda tindak kriminal ataupun kekerasan. “Jadi, setelah kelopak mata dibuka, tidak ada kerusakan di bagian matanya,” bebernya.

Adapun keluarnya darah dari hidung, terjadi karena pembuluh darah di otak korban pecah. Penyakit yang datang secara tiba-tiba itu, kuat mengarah pada jantung. Kendati demikian, masih harus ada tim ahli jantung untuk memastikan hal itu.

“Jadi yang jelas, korban Endang ini meninggal akibat penyakit dalam. Sehingga, ketika kambuh, pembuluh darah yang ada di otaknya pecah. Hal itulah yang mengakibatkan keluarnya darah dari hidung,” tegasnya.

Pihak keluarga sendiri menurutnya, menerima kematian Endang yang dipastikan karena sakit. Karena itu, Selasa (18/06) dini hari, jenazah korban dipulangkan ke rumah duka di Leces untuk dimakamkan.

Dan, sekitar pukul 07.45, guru Bimbingan Konseling di SMAN 1 Leces itu dimakamkan di TPU setempat. Isak tangis keluarga pun tak terbendung. Bahkan, anggota keluarga sempat pingsan saat pemakaman.

Hendra Agus Wardana, putra kedua korban saat dikonfirmasi membenarkan, pihaknya diundang secara langsung saat visum dan anatomi oleh tim DVI Polda Jatim. Menurut Hendra –panggilannya-, pihak keluarga sudah mengikhlaskan kematian korban.

Berkaitan dengan kelanjutan kasus itu, keluarga menyerahkan selurunya pada pihak kepolisian. “Pihak keluarga sudah ikhlas. Selanjutnya, kami serahkan pada pihak kepolisian untuk kasus ini,” bebernya. (rpd/hn)