Sebelum Ditemukan Tewas, Guru SMAN 1 Leces Sempat Masak untuk Halalbihalal

EVAKUASI: Petugas membaza jenazah Endang Sukeni untuk dibawa ke rumah sakit demi kepentingan penyidikan. Endang yang merupakan guru SMAN 1 Leces, ditemukan tewas di rumahnya di Wonoasih, Senin (17/6) pagi. (Zainal Arifin/Jawa Pos Radar Bromo-Istimewa)

Related Post

WONOASIH – Kepolisian langsung mendatangi lokasi kejadian begitu mendengar ada insiden yang dialami Endang Sukeni. Hingga Senin (17/6) sore, kepolisian belum dapat memastikan nilai kerugian yang dialami korban. Lihat videonya disini.

CARI PETUNJUK: Polisi melakukan olah TKP di rumah Endang Sukeni. Di kamar inilah mayat korban ditemukan dengan kondisi meregang nyawa. (Zainal Arifin/Jawa Pos Radar Bromo-Istimewa)

Dari hasil visum, wajah korban mengalami lebam, ada seperti bekas cekikan tangan di leher korban, dan hidung korban mengeluarkan darah.

Banyaknya warga yang berdatangan, akhirnya membuat polisi harus memasang police line di pintu gerbang rumah korban. Bagi warga selain saudara, dilarang masuk halaman rumah Endang. Sedangkan di pintu rumah Endang sendiri, dijaga oleh petugas kepolisian. Selain petugas dan saksi atau anak korban, dilarang masuk.

Kapolsek Wonoasih Kompol Sukatno saat dikonfirmasi mengatakan, Endang diduga kuat menjadi korban pembunuhan sekaligus perampokan. Sebab, dirinya melihat Endang meninggal dalam kondisi mengenaskan. Selain ada darah yang keluar dari hidungnya, wajah Endang memar diduga akibat benda tumpul.

”Lidah Endang dalam posisi keluar, seperti halnya orang dicekik. Hasil pemeriksaan sementara, diduga pada leher korban, ada bekas cekikan,” katanya pada Jawa Pos Radar Bromo.

Kapolsek menjelaskan, saat mendapatkan laporan, dirinya langsung mendatangi lokasi kejadian. Pihaknya langsung mencoba mencari keterangan dari saksi, tetangga dekat rumah korban.

Namun, tidak ada tetangga yang melihat ada orang (pelaku) masuk ke dalam rumah korban. ”Tidak ada saksi yang melihat ada orang masuk ke rumah korban ini,” ujarnya.

Hasil keterangan dari sejumlah saksi dan anak korban, lanjut Kapolsek, pagi korban dalam kondisi segar bugar. Bahkan, korban mulai Subuh sudah masak untuk acara halalbihalal di sekolahnya. Termasuk, pagi saat anak-anaknya berangkat kerja, masakan itu sudah disiapkan di meja untuk dibawa ke sekolah.

”Diperkirakan kejadian itu antara pukul 07.00 sampai pukul 10.00. Karena paginya dalam kondisi segar dan sehat,” terangnya.

Kapolsek menyebut, kasus temuan mayat yang diduga korban pembunuhan dan perampokan masih dalam penyelidikan. Pihaknya masih akan lakukan otopsi dan periksa saksi-saksi untuk proses penyelidikan. ”Barang yang hilang itu ada handphone dan tas milik korban. Kalau uang yang hilang berapa, belum tahu. Di dalam tas itulah berisikan dompet dan uang,” katanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Warga Kelurahan/ Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo, Senin siang (17/6) geger. Itu setelah Endang Sukeni yang diketahui merupakan guru di SMAN 1 Leces, ditemukan tewas di rumahnya. Diduga kuat, korban meninggal akibat dibunuh. Sejumlah barang berharga milik korban pun diketahui amblas. (mas/fun)