Guru SMAN 1 Leces yang Tewas Dikenal Baik Hati oleh Kerabat, Keluarga dan Kawannya

WONOASIH – Keluarga dan saudara Endang Sukeni, guru SMAN 1 Leces yang tewas, hanya bisa duduk terdiam di teras rumah. Mereka tengah menunggu proses olah TKP yang dilakukan kepolisian. Karena hanya beberapa saksi dan anak-anak korban yang diperbolehkan masuk ke dalam rumah itu. (Lihat videonya disini).

SEDIH: Keluarga dan kerabat menangis saat melihat jenazah Endang Sukeni dibawa menuju ke rumah sakit oleh petugas kepolisian. (Zainal Arifin/Jawa Pos Radar Bromo)

Warga di lingkungan rumah korban, banyak berkerumun di depan pintu pagar rumah korban Endang. Mereka datang langsung karena penasaran dengan kejadian penemuan mayat korban perampokan. Namun, mereka hanya bisa melihat dari pintu gerbang rumah korban yang sudah dipasang police line.

Sekitar 2 jam lebih, proses visum dan olah TKP yang dilakukan petugas kepolisian di dalam rumah korban. Selama itu, hanya Hendra (anak korban) dan Ima (menantu korban) serta beberapa saksi yang diperbolehkan masuk ke dalam rumah korban. Polisi melarang selain petugas untuk masuk.

Suasana mulai pecah saat petugas kepolisian selesai olah TKP. Pintu gerbang dibuka karena mobil ambulans yang sebelumnya di luar, diminta untuk masuk ke halaman rumah korban. Tidak lama kemudian, petugas dibantu keluarga pun mengangkat korban Endang keluar dan memasukkan ke dalam mobil ambulans. Saat proses itu, suara tangisan langsung pecah dari kerabat dan saudara.

Salah satunya Ima, menantu korban Endang pun menangis histeris. Saat hendak keluar rumah, menantu korban itu sempat berucap melarang warga melihat tempat ibu mertuanya ditemukan meninggal. ”Tidak usah dilihat. Kasihan ibu,” kata perempuan berhijab itu sambil menangis.

Supriatin, kakak Endang mengatakan, dirinya saat mendengar kabar duka itu terkejut. Sebab, dirinya tahu adiknya itu tidak punya musuh atau masalah. ”Ada delapan saudara. Endang anak ke empat,” kata perempuan lanjut usia yang duduk di kursi itu.

Husein, keponakan Endang menambahkan, dirinya dengar kabar sekitar pukul 12.00. Selama ini, Endang Sukeni tinggal bersama anak dan menantunya. Sedangkan anak pertamanya, Vita ada di Malang. ”Bu Endang orangnya baik, suka bercanda, dan tidak ada masalah selama ini,” ujarnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Warga Kelurahan/ Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo, Senin siang (17/6) geger. Itu setelah Endang Sukeni yang diketahui merupakan guru di SMAN 1 Leces, ditemukan tewas di rumahnya. Diduga kuat, korban meninggal akibat dibunuh. Sejumlah barang berharga milik korban pun diketahui amblas. (mas/fun)