Duh, 282 Desa-Kelurahan di Kabupaten Pasuruan Belum Miliki Bank Sampah

BANGIL – Rencana Pemkab Pasuruan menambah jumlah bank sampah di wilayahnya, masih sulit terealisasi. Saat ini dari 365 desa/ kelurahan di wilayah setempat, belum separo di antaranya yang memiliki bank sampah.

Berbagai hal menjadi penyebab. Salah satunya, banyak masyarakat yang belum memahami tata kelola sampah. “Sehingga, mereka masih terkesan ogah-ogahan untuk mengelola ataupun menangani sampah,” kata Plt Kepala DLH Kabupaten Pasuruan Indra Hernandi.

Menurut Indra, jumlah bank sampah di Kabupaten Pasuruan saat ini sebanyak 140 unit. Jumlah itu naik hanya delapan unit dibanding 2018 lalu. Tahun lalu, ada sebanyak 132 bank sampah berdiri.

Hanya saja, keberadaan bank sampah tersebut tidak merata di setiap desa dan kelurahan. Total, hanya 83 desa/kelurahan di Kabupaten Pasuruan yang memiliki bank sampah. Artinya, masih ada 282 desa/kelurahan yang belum memiliki bank sampah.

“Padahal, keberadaan bank sampah itu penting untuk mengurangi penumpukan sampah di TPA. Kami targetkan, setiap desa/kelurahan memiliki bank sampah. Tapi, saat ini masih banyak yang belum memiliki bank sampah,” ungkap dia.

Beberapa cara dilakukan untuk mendorong bertumbuhnya bank-bank sampah di Kabupaten Pasuruan. Salah satunya, dengan kegiatan sosialisasi serta pengerahan penyuluh.

Ada sembilan penyuluh yang dimiliki DLH Kabupaten Pasuruan. “Mereka kami tugasi untuk memberikan pemahaman terhadap tata kelola sampah. Kami targetkan, 2022 di setiap desa/kelurahan bisa terbentuk bank sampah,” paparnya. (one/mie)