Asosiasi Petani Berharap Harga Tembakau Stabil Sampai Panen Raya

TUNGGU PANEN: Sebuah lahan di wilayah Kraksaan yang ditanami tembakau. Asosiasi ptani tembakau Indonesia Jatim berharap harga tembakau stabil sampai waktu panen tiba. (Mukhamad Rosyidi/Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

KRAKSAAN – Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Jawa Timur berharap harga jual tembakau tahun ini stabil. Pengurus APTI optimistis, menjelang musim tanam yang sebentar lagi dimulai, pembeli membeli harga dari petani dengan komposisi seimbang.

Keyakinan itu diungkapkan Ahmad Muzamil sekretaris APTI Jatim. Harapan tersebut didasarkan pada areal tanam. Saat ini kondisinya tidak jauh berbeda dengan tahun sebelumnya. Karena demikian itu, ia berharap tidak ada penurunan harga.

“Bulan Juni 2019 ini, banyak petani di Kabupaten Probolinggo, sudah mulai tanam tembakau. Kami APTI berharap, pihak gudang mengambil harga yang maksimal dari para petani, karena harus diimbangi dari mahalnya biaya perawatan dan harga obat-obatan. Minimal harganya harus Rp 35-45 ribu per kilogram,” katanya.

Menurutnya, di Kabupaten Probolinggo ada tujuh kecamatan yang masih produktif menanam tembakau. Antara lain Kecamatan Paiton, Kotaanyar, Pakuniran, Besuk, Krejengan, Kraksaan, dan Gading.

Sedangkan luas areal tanam tembakau berdasarkan data dari Pemkab setempat, rencana luas areal tanam tembakau musim tanam tahun 2019 se-Kabupaten Probolinggo seluas 10.774 hektare. Dengan asumsi rencana produksi sebesar 12.929 ton dan asumsi produktivitas 1,2 ton per hektare.

“Tetapi bisa juga petani yang biasa tanam tembakau beralih ke tanam jagung dan tanaman lainnya. Itu secara tidak terduga. Dari prediksi kami, areal tanamnya bisa kurang, bisa sama. Dan yang jelas tahun ini besar kemungkinan areal tanamnya berkurang,” ujarnya.

Lebih lanjut, harapan yang diusungnya itu untuk menyejahterakan petani tembakau. Sehingga, saat panen raya tiba, tidak ada penurunan harga. Harganya harus tetap setabil.

“Kalau harganya tidak stabil atau malah turun yang pasti berimbas kepada petani. Karena itu, kami berharap agat bisa stabil. Lebih lebih bisa naik. Dengan demikian para petani akan sejahtera,” tandasnya.

Data dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) setempat, luas rencana areal tanam tembakau tahun ini di tujuh kecamatan dengan rincian Paiton seluas 1.943 hektare tersebar di 20 Desa; Kotaanyar seluas 1.544 hektare tersebar di 13 Desa; Pakuniran seluas 1.490 hektare tersebar di 11 Desa; Besuk seluas 2.188 hektare tersebar di 16 Desa; Krejengan seluas 2.200 hektare tersebar di 17 Desa; Kraksaan seluas 1.110 hektare tersebar di 14 Desa; dan Kecamatan Gading seluas 299 hektare tersebar di tujuh desa. (sid/fun)