105 RTLH di Kab Pasuruan Urung Direhab, Ini Penyebabnya

BANGIL – Sebanyak 2 ribuan Rumah Tak Layak Huni (RTLH) di Kabupaten Pasuruan bakal direhab tahun ini. Sayangnya, dari rencana rehab 2 ribu RTLH itu, lebih dari seratus di antaranya gagal untuk direalisasikan.

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Pasuruan Misbah Zunib menyampaikan, target Pemkab tahun ini bisa membenahi sebanyak 2 ribu unit RTLH. Dana sebesar Rp 25 miliar telah disiapkan untuk merealisasikan rencana tersebut.

Hanya saja, tidak semuanya bisa terlaksana. Hal ini seiring sejumlah faktor yang melingkupinya. Total, ada 105 unit RTLH yang gagal untuk direalisasikan. Penyebabnya, beragam.

Mulai dari pemilik yang pindah tempat tinggal, tanah yang bermasalah, rumah tersebut sudah dibangun pihak lain, hingga pemiliknya yang meninggal dunia. “Ada beberapa RTLH yang rencana akan dibangun, gagal untuk dilaksanakan. Faktornya bermacam-macam,” kata Misbah –sapaannya-.

Rencananya, pengalihan pembangunan RTLH itu akan dilakukan terhadap yang gagal bangun. Hanya tidak bisa dilaksanakan dalam penganggaran saat ini. Melainkan, melalui P-APBD (Perubahan APBD) 2019. “Kemungkinan akan dialihkan untuk calon penerima yang lain di P-APBD,” ulasnya.

Sejauh ini, proses pembangunan RTLH tersebut masih berjalan. Lebih dari 700 RTLH telah dibedah. Sisanya, dalam proses berjalan. (one/mie)