Punya 10 Unit, Tapi RPH di Kab Pasuruan Kekurangan Petugas

PASURUAN – Jumlah Rumah Pemotongan Hewan (RPH) di Kabupaten Pasuruan mencapai 10 unit. Namun, jumlah petugasnya belum ideal. Bahkan, sejauh ini hanya memiliki seorang dokter hewan. Sejumlah petugas pun merangkap beberapa pekerjaan.

Plt Kepala UPT RPH Dinas Peternakan Kabupaten Pasuruan M. Syaifi mengatakan, meski masih kurang ideal atau lengkap sesuai standar operasional prosedur (SOP) RPH, selama ini kegiatan pemotongan masih tetap bisa maksimal. “Ada beberapa petugas yang sebenarnya masih kurang, utamanya dokter hewan yang masih belum ada di setiap RPH,” ujarnya.

Menurutnya, setiap RPH idealnya ada tujuh petugas. Selain kepala RPH, ada petugas keur master atau pemeriksa daging, petugas asisten teknis reproduksi (ATR), keamanan, kebersihan, juru sembelih halal (Juleha), dan dokter hewan penyelia. “Saat ini petugas kebersihan pasti ada. Juleha juga ada, keamanan, pemeriksa daging, termasuk kepala RPH juga ada,” ujarnya.

Namun, untuk petugas keamanan dan kebersihan tidak semuanya lengkap. Masih ada yang harus dirangkap petugas lain. Termasuk dokter hewan, RPH baru awal tahun ini mempunyai dokter hewan sendiri, meski hanya satu orang.

“Sebelumnya, dokter hewan diperbantukan dari Dinas Peternakan. Baru awal tahun ini RPH punya sendiri meski hanya satu orang. Sehingga, harus memantau 10 RPH di Kabupaten Pasuruan,” ujarnya.

Syaifi mengaku, pihaknya sudah berupaya bisa melengkapi pasukan RPH. Selain sudah ada yang pensiun, moratorium beberapa tahun lalu membuat petugas RPH tidak bisa bertambah. “Harapan kami bisa ada tambahan sesuai SOP RPH. Namun, kebijakan penerimaan PNS tetap ranah pusat, sehingga kami hanya mengusulkan,” ujarnya. (eka/fun)