Penataan PKL di Kota Pasuruan Tak Jelas, Ini Pemicunya

PANGGUNGREJO – Rencana Pemkot Pasuruan menata ulang pedagang kaki lima (PKL) di Kota Pasuruan semakin tidak jelas. Belum adanya lahan yang bisa digunakan sebagai tempat relokasi PKL, menjadi salah satu kendalanya.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Pasuruan Muallif Arif menyebut, penataan PKL sulit dilakukan. Sebab, pihaknya belum menemukan lokasi yang tepat untuk relokasi PKL. Karena itu, untuk sementara Pemkot meminta PKL berjualan sesuai aturan.

“Kalau rencana relokasi tetap ada. Namun, saat ini sepertinya masih sulit dilakukan. Relokasi bagi PKL nantinya harus sesuai standar tempat berjualan yang layak,”ungkapnya.

Ayik -sapaan akrabnya- menjelaskan, sesuai aturan, PKL hanya boleh berjualan di lima lokasi di kota. Yaitu, sepanjang Jalan Hayam Wuruk, depan Stadion Unsur, eks Kantor Dispenda, sebelah barat kantor BCA lama, dan di Pasar Poncol.

Menurutnya, aturan lokasi ini perlu dikaji ulang saat ini. Sebab, jumlah PKL di Kota Pasuruan semakin bertambah saban tahun. Itulah mengapa, kemudian ada rencana untuk merelokasi PKL.

Namun, pihaknya tak kunjung menemukan lokasi yang pas untuk relokasi PKL. Karena itu, yang bisa dilakukan saat ini yaitu meminta pada PKL untuk berjualan dengan baik.

Misalnya, PKL tidak berjualan di dalam Alun-Alun Kota Pasuruan. Sebab, dapat mengotori alun-Alun. Lalu, PKL tidak berjualan di sepanjang trotoar. Sebab, fungsinya bukan untuk tempat berjualan, namun merupakan jalur pedestrian atau pejalan kaki.

“Kami masih mencari lokasi relokasi yang pas. Misalnya, di tempat relokasi ada penerangan yang baik. Juga tersedia toilet bagi pedagang dan pembeli,” terang Ayik. (riz/hn)