Dewan Dorong Segera Sampaikan Perubahan RTRW

BELUM TERMANFAATKAN: Pesepeda melintas di belakang GOR Untung Suropati beberapa waktu lalu. Sejumlah kawasan di Kota Pasuruan kini sedang dirancang tata ruangnya, agar pemanfaatannya terstruktur. (Dok. Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

PANGGUNGREJO – Rencana Pemkot Pasuruan merevisi rencana tata ruang wilayah (RTRW) di Kota Pasuruan mendapatkan atensi dari DPRD setempat. Dewan meminta agar Pemkot segera menyampaikan materi perubahannya.

Anggota Komisi II DPRD Kota Pasuruan, Ismu Hardiyanto mengungkapkan, pihaknya sempat melakukan koordinasi dengan Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) beberapa waktu lalu. Tujuannya menanyakan tentang RTRW.

Hasilnya, Bappelitbangda menyebut, perubahan RTRW ini sudah dibahas terkait revisinya. Saat ini, revisi RTRW ini sudah disampaikan pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) untuk ditindaklanjuti.

Nah, sampai saat ini, Dewan belum menerima draft perubahannya dari PUPR. Karena itu, pihaknya berharap agar PUPR segera melakukan penyampaian publik pada anggota dewan. Tujuannya, agar revisi RTRW ini bisa segera di raperda-kan dan untuk selanjutnya, dikonsultasikan pada pusat agar bisa terealisasi.

“Tahapannya sangat panjang. Sampai saat ini saja kami belum mengetahui revisinya seperti apa. Bagaimana pengembangan Kota Pasuruan nantinya. Karena itu, kami berharap agar PUPR segera menyapaikan ke kami,” ungkap politisi PKS yang menjadi anggota Badan Legislasi (Banleg) DPRD Kota Pasuruan ini.

Di sisi lain, Kepala Bappelitbangda Kota Pasuruan, Adri Joko Srijono mengaku, revisi RTRW terus berlanjut. Pihaknya sudah melakukan pembentukan tim peninjauan kembali (PK) yang terdiri dari Bappelitbangda dan PUPR.

Beberapa waktu lalu, tim PK sudah membahas revisi ini secara internal. Pembahasan ini sudah dituangkan dalam draft perubahan RTRW sementara. Saat ini, revisi ini sendiri sudah diserahkan pada PUPR untuk ditindaklanjuti.

“Revisi RTRW terus berproses. Draft RTRW sementara sudah dibuat. Cuma seperti apa, maaf, belum bisa disampaikan. Sebab, kami masih bakal menguji publikkan pada anggota dewan dahulu. Baru setelah itu bisa di ketahui,”terangnya.

Jawa Pos Radar Bromo sempat berupaya menghubungi Kepala Dinas PUPR Kota Pasuruan, Muhammad Agus Fajar melalui telepon selulernya. Namun, Agus Fajar mengaku baru bisa menyampaikannya saat bertemu.

“Kalau saya sampaikan melalui telepon, ya tidak enak. Khawatirnya, malah salah paham. Kalau ketemu saja, nanti saya jelaskan,” terang Agus Fajar saat dihubungi Kamis (13/6) silam. (riz/fun)