Begini Cara Polisi di Probolinggo Ajak Damai Masyarakat agar Kondusivitas Terjaga

PAJARAKAN – Pemilu 17 April lalu masih menyisakan persoalan lantaran ada pihak capres-cawapres yang menggugat ke Mahkamah Konstitusi (MK). Selama proses persidangan hingga putusan berakhir, aparat keamanan juga fokus menjaga daerahnya. Nah, kepolisian di Probolinggo dan Pasuruan mengajak untuk menjaga kondisivitas daerahnya.

BERWARNA: Suasana colour run yang digelar Polresta Probolinggo di alun-alun. (Rizky Putra Dinasti/Jawa Pos Radar Bromo)

Kepolisian punya cara unik agar masyarakat tetap damai, meskipun di pusat sedang ada gugatan sidang MK. Tujuannya agar situasi semakin tak memanas.

Seperti yang dilakukan Polres Probolinggo, yang Minggu (16/6) menggelar deklarasi anti rusuh. Uniknya, deklarasi tersebut digelar dengan acara jalan santai dan senam bersama.

Bukan hanya pihak kepolisian saja, acara tersebut dihadiri oleh masyarakat. Mereka turut andil dan sangat berantusias dalam gelaran itu. Mereka larut dalam setiap acara mulai dari jalan sehat hingga senam bersama.

Kapolres Probolinggo, AKBP Eddwi Kurniyanto mengatakan, dengan turut hadirnya masyarakat dalam kegiatan tersebut, membuktikan bahwa masyarakat cinta damai. Mereka yang hadir, juga turut melakukan deklarasi guna memerangi kerusuhan.

“Di Kabupaten Probolinggo sebenarnya kondusif untuk pilpres dan juga pileg. Tidak ada gesekan. Hal itu, juga tergambar dalam acara acara ini,” ujar pria kelahiran Kejapanan, Gempol, Kabupaten Pasuruan itu.

Ia menjelaskan, pihaknya berharap momen keakraban di Probolinggo harus terus terjaga. Keamanan dan kedamaian tidak boleh dirusak hanya akibat tidak sama dalam pilihan. Keamanan dan juga kedamaian adahal harha mati yang harus dijaga di Negara Kesatuan Repubrik Indonesia (NKRI).

“Kami berharap masyarakat tidak mudah terprofokasi. Kami berharap masyarakat paska momen lima tahunan ini tetap menjaga kondusifitas,” terangnya.

Deklarasi dipimpin langsung Kapolres Probolinggo. Melibatkan semua elemen masyarakat, baik dari mahasiswa, tokoh agama, masyarakat, semuanya menyerukan kepada seluruh masyarakat indonesia, khususnya Kabupaten Probolinggo untuk terus menjaga kondusivitas serta menolak kerusuhan.

“Kami juga mengimbau masyarakat untuk tidak gampang terprovokasi. Tidak gampang percaya kepada berita hoaks. Harus tetap menyaring informasi tersebut dan dibuktikan kebenarannya,” ungkapnya.

Hal serupa juga dilakukan Polres Probolinggo Kota. Warga memadati alun-alun setempat. Ratusan warga tersebut berbondong datang untuk menegaskan bahwa mereka menolak kerusuhan pada acara Colour Run.

Colour run, dipilih sebagai bentuk dukungan lantaran memiliki filosofi tersendiri. Aneka warna yang ditaburkan oleh para peserta, merupakan simbol dari keberagaman parpol di tanah air, sebagai peserta pemilu 2019. Kendati berbeda, aneka warna itu dapat disatukan, aman dan damai.

“Harapannya dengan segala perbedaan itu, tetap menyatukan kita. Sebagai warga negara Indonesia yang aman, damai dan kondusif,” tegas Kapolresta Probolinggo, AKBP Alfian Nurrizal. (sid/rpd/fun)