Warga Kopian Probolinggo Geger, Duda Ditemukan Tewas di Lantai Dua

KADEMANGAN-Warga RT 3/ RW 4, Perumahan Kopian Indah, Kelurahan Ketapang, Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo, Minggu pagi (16/6) dibuat geger. Itu setelah warga menemukan seorang pria meninggal.

Warga yang meninggal itu diketahui bernama Yohanes Yuwono Nugroho. Pria 41 tahun itu merupakan warga Solo, Jawa Tengah. Hanya saja, duda belum dikaruniai anak itu sudah lama menetap di perumahan Kopian Indah.

Puji Istutik, warga sekitar menerangkan, bahwa pria yang kerap disapa Yuono itu merupakn teman suaminya, Agus Satrio Permadi, 41. Yuono sudah sebulan tinggal dirumah Lilik Suwarsi, 66, ibu Agus (mertuanya). Yuono ikut Agus bekerja di salah satu perusahaan transportasi bus karyawan.

“Jadi, dia itu (Yuono) anak dari pemilik rumah yang saya beli di Gang 1 kopian sana yang sudah almarhum. Dia juga telah lama cerai dengan istrinya di Solo sana. Dia tinggal disini dan ikut kerja bersama suami. Daripada tidak ada tempat tinggal, maka disuruh menempati kamar lantai dua di rumah mertua saya (Lilik Suwarsi). Kebetulan mertua saya hanya tinggal dengan cucunya saja,” beber Puji Istutuik.

Nah, Minggu pagi itu, tak seperti biasa. Yuono tak ke rumah Agus yang jaraknya berdekatan. “Biasanya, kalau Minggu jam 06.00 pagi itu, ia (korban Yuono) sudah mandi dan keluar, termasuk sarapan. Tapi sampai pukul 08.30 kok tidak muncul? Makanya, suami saya menyuruh Rafi (anaknya) pergi ke rumah neneknya untuk membangunkan Yuono,” tambahnya.

Namun, saat Rafi tiba di rumah neneknya dan menuju lantai dua, Rafi melihat Yuono duduk dengan posisi seperti orang sujud. Badan Yuono yang hanya mengenakan pakaian dalam sudah dingin. Rafi pun bergegas pulang untuk memberitahu ayahnya. “Jadi, anak saya yang tahu pertama kali jika Yuono meninggal,” bebernya.

Selanjutnya, pihak keluarga korban di Solo dan polisi pun dihubungi. “Tadi dibawah ke rumah sakit dengan mobil ambulance sekitar pukul 10.00,” bebernya.

Kapolsek Kademangan Kompol Toyib Subur menjelaskan, meski tercatat sebagai orang Solo, Yuono sendiri pada 1987 tinggal di Solo ikut ayahnya Almarhum Harianto. Pada 1994, Yuono ikut orang tuanya pindah ke Solo. Rumah di Perumahan Kopian pun akhirnya dibeli Agung Satrio Permadi.

“Sewaktu almarhum masih hidup, pernah bercerita bahwa almarhum mempunyai riwayat penyakit diabetes dan darah tinggi (hipertensi),” beber Kompol Toyib.

Di sekitar lokasi, polisi menemukan sejumlah barang korban. Mulai HP merek Nokia 3315, dompet yang berisikan; KTP, Kartu Indonesia Sehat, Kartu Jamaah Gereja, serta duit berjumlah Rp 1.008.200.

“Hasil visum tidak ditemukan tanda tanda kekerasan serta meninggalnya almarhum Yohanes Yuwono Nugroho dikarenakan faktor sakit yang tidak dirasakan atau tidak diperhatikan (mempunyai riwayat diabetes dan darah tinggi atau hipertensi),” imbuh perwira polisi dengan satu melati di pundaknya itu. (rpd/mie)