Polisi Dalami Penyelidikan Perusakan Rumah di Tongas Wetan, Dua Kades Masih Berstatus Saksi

SEBELUM DAN SESUDAH: Rumah Suroso yang dirusak massa pada Jumat (7/6) silam dan setelah dibenahi Polresta Probolinggo. Kasus perusakan rumah di Tongas Wetan tersebut, kini sedang diselidiki polisi. (Dok. Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

TONGAS – Insiden perusakan rumah di Desa Tongas Wetan, Kecamatan Tongas, yang dilakukan massa pada Jumat (7/6) malam silam, sampai kini masih didalami kepolisian. Korps Bhayangkara sejauh ini belum menetapkan tersangka.

Sejumlah saksi sudah diperiksa. Termasuk Kasan Nurhadi dan Sumarto, Kades Tongas Wetan dan Bayeman. Kedua kades tersebut sampai kini statusnya masih sebagai saksi.

“Keduanya ini masih dilakukan penyelidikan. Nantinya jika mengarah pada tersangka, akan kami kabari,” terang Kapolres Probolinggo Kota AKBP Alfian Nurrizal, Sabtu (15/6).

Sayangnya, perwira dengan dua melati di pundak itu belum bisa menyebutkan sampai sejauh mana hasil penyelidikan yang dilakukan pihaknya. Mengingat, hal tersebut menjadi ranah penyidik. “Mengenai hal itu menjadi tanggung jawab dan ranah penyidik. Sehingga kami belum bisa berikan keterangan,” tambahnya.

Jawa Pos Radar Bromo sejatinya berupaya menghubungi kedua kades tersebut. Hingga pukul 17.00 tidak ada jawaban. Sehingga belum diketahui berapa pertanyaan yang diajukan penyidik. termasuk sudah dilakukan pemanggilan berapa kali. Mengingat pada Senin (10/6) siang sebelumnya, keduanya dipanggil ke ruang penyidik Mapolresta Probolinggo untuk dimintai keterangan.

Diketahui sebelumnya, kedua kades tersebut dipanggil penyidik lantaran diduga terlibat dalam aksi pengrusakan yang terjadi di rumah Suroso dan Kerabatnya pada Jumat (7/6) malam.

Secara fisik, dampaknya kedua rumah tersebut alami kerusakan, Selain itu dampak sosial juga dialami oleh kedua orang tua Suroso. Sehingga sang ayahnya alami depresi berat.

“Kasihan ayahnya (Ayah Suroso, Red). Ketika petugas datangi ngomong sendiri dan dijawab sendiri. Terlihat jelas orang tuanya depresi berat akibat aksi salah sasaran yang menyebabkan rumah Suroso dan juga kerabatnya rusak,” tandas AKBP Alfian.

Oleh sebab itu, maka saat ini pihaknya sedang melakukan pemeriksaan terkait dengan otak dibalik pengrusakan tersebut. Lebih lagi ada dua kepala desa yang seyogyanya, sesuai dengan jabatannya mengayomi warganya yang berada di Desa Tongas Wetan dan Juga Bayeman.

Alfian menerangkan, bahwa seyogyanya aksi warga yang merusak dan membakar rumah Suroso dan kakaknya, di Desa Tongas Wetan Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo, Jumat malam lalu jelas salah sasaran. Sebab, pelaku penganiayaan yang menyebabkan M. Fahrur Rozi Aminullah, 24 meninggal, Selasa (4/6) sekitar pukul 23.00 lalu, bukan Suroso.

Tetapi, pelakunya adalah M. Syahriful Munir, 18 warga Dusun Kapasan RT 23/RW 09 Desa Tongas Wetan dan Aik Fauzi Purnamadani, 20 warga Dusun Tombol RT 13/RW 5 Desa Tongas Kulon. Keduanya ditangkap di Desa Lekok, Kabupaten Pasuruan, beberapa saat setelah kejadian dan kini mereka mendekam di sel tahanan Mapolres Probolinggo Kota. (rpd/fun)