Calon Jamaah Haji di Kab Pasuruan Bisa Berangkat Pertengahan Juli

BANGIL – Jika tidak ada perubahan, ribuan Calon jamaah haji (CJH) Kabupaten Pasuruan akan berangkat pertengahan Juli mendatang. CJH di kabupaten akan dibagi menjadi 4 kloter yaitu 22, 23, 24 dan 72. Pemberangkatan paling awal yaitu tanggal 14 Juli dan menginap semalam di Asrama Haji Sukolilo, Surabaya.

Untuk tahun ini, saat di Asrama, CJH hanya mendapatkan living cost sebanyak 1500 riyal. Selain itu, kebijakan lainnya adalah soal biaya paspor. Pemerintah tidak lagi menganggarkan biaya ganti karena sudah diserahkan CJH untuk mengurus paspor sendiri.

Hal itu terungkap saat 1.381 CJH, mengikuti manasik haji massal di sentra produk UKM di Pogar, Kecamatan Bangil, Sabtu (15/6) sore. Selain diberikan bimbingan saat beribadah di tanah suci, juga diberikan informasi terkait kebijakan termasuk tahun ini tak lagi pengganti biaya paspor untuk CJH.

Manasik Haji se-Kabupaten Pasuruan rencananya akan dilakukan 2 kali. Pertama 15 Juni dan yang kedua pada tanggal 29 Juni. Selain itu juga ada 6 kali manasik yang dilakukan di masing-masing kecamatan pada bulan Juni sampai Juli mendatang.

Muhammad As’adul Anam, Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pasuruan mengatakan, untuk manasik haji kemarin, lebih menginformasikan terkait kebijakan-kebijakan umum pemerintah termasuk terkait teknis peribadatan di Tanah Suci. “Ada beberapa kebijakan baru, seperti fast track untuk percepatan imigrasi untuk pengurusan visa, sampai pemondokan di Armina yang disewa selama musim haji. Sehingga CJH yang datang lebih awal bisa langsung ke hotel, tidak perlu menunggu,” terangnya.

Anam menambahkan, tahun ini untuk suhu Arab Saudi diperkirakan tinggi bahkan mencapai 53 derajat. Sehingga diharapkan CJH bisa menjaga kesehatan baik sebelum berangkat termasuk di tanah suci.

Salah satunya untuk di tanah suci harus menjaga kesehatan, mematuhi aturan petugas kesehatan, banyak minum air putih termasuk menggunakan waktu istirahat sebaik-baiknya. “Sebelum pemberangkatan, CJH diharapkan banyak jogging, membiasakan minum, rutin menggunakan masker untuk pembiasaan dan makan buah juga,” terangnya.

Pun demikian soal paspor, yang tak lagi dianggarkan biaya gantinya. “Berbeda dengan tahun lalu masih diberikan biaya ganti pengurusan paspor sebesar Rp 360 ribu,” ujarnya. (eka/fun)