Tarif Angkutan Umum Selama Lebaran Sumbang Inflasi Kota Probolinggo

KADEMANGAN – Selama Mei 2019, Kota Probolinggo tercatat mengalami inflasi. Besarannya mencapai 0,64 persen. Salah satunya disumbangkan dari naiknya tarif angkutan umum menjelang Lebaran 1440 Hijriah.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Probolinggo, selama Mei, tujuh kelompok pengeluaran mengalami inflasi. Di antaranya, kelompok bahan makanan; kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau; kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar; kelompok sandang; kelompok kesehatan; kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga; dan kelompok transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan.

“Kelompok yang paling besar menyumbang inflasi adalah kelompok bahan makanan. Ini, karena memang saat puasa ada kenaikan harga bahan makanan juga,” ujar Kasi Statistik dan Distribusi BPS Kota Probolinggo Moch Machsus.

Beberapa komoditas pangan yang harganya naik, di antaranya ayam nugget, daging ayam ras, cumi-cumi, semangka, kentang, dan tongkol pindang. “Komoditas lain yang juga ikut menyumbang inflasi seperti tarif angkutan antarkota. Terutama untuk bus antarkota antarprovinsi,” jelasnya.

Ia mencontohkan ada salah satu bus yang mengalami kenaikan tarif tiket dari Rp 350 ribu menjadi Rp 730 ribu per penumpang. Ada juga kenaikan tarif untuk travel antarkota.

“Namun, kenaikan tarif travel tidak sampai 100 persen. Kenaikan tarif angkutan ini terjadi karena meski Idul Fitri di bulan Juni, tapi sudah ada yang menaikkan tarif angkutan di bulan Mei. Pengaruh inflasi paling besar untuk tarif angkutan diperkirakan baru terjadi saat ada penghitungan inflasi di bulan Juni. Mengingat Idul Fitri di bulan Juni serta ada arus mudik dan arus balik,” jelasnya. (put/rud)