Proyek Jalur Pedestrian Wisata Religi Tunggu Lampu Hijau dari Tokoh

PASURUAN – Rencana pembuatan jalur pedestrian wisata religi di Kota Pasuruan terus dimatangkan. Meski ditarget terealisasi tahun ini, pemkot setempat masih menunggu lampu hijau dari sejumlah tokoh.

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kota Pasuruan Dyah Ermitasari menguraikan, pihaknya telah menentukan rute yang bakal dilalui peziarah. Termasuk desain jalur pedestrian tersebut. “Desainnya mengusung konsep kota pusaka. Disertai beberapa ikon yang ada di alun-alun,” kata Mita.

Sedangkan rutenya, dari Terminal Wisata, peziarah diarahkan melintasi gang di sisi selatan SMK PGRI. Lalu, menyeberang ke barat. Selanjutnya, mereka bakal melintasi jalan kecil di utara rumah dinas Wawali di Jalan Balaikota.

Dari sana, peziarah dapat menyeberangi jembatan kecil di atas sungai Gembong dan keluar di Jalan RA Kartini. Lalu, peziarah belok kiri melewati ruas Jalan RA Kartini dan Jalan WR Supratman hingga tiba di Alun-alun Pasuruan.

“Sejauh ini, kami sudah sosialisasikan rencana ini ke masyarakat di Kelurahan Kebonsari dan Kandangsapi. Karena pembangunannya dilakukan di dua kelurahan itu,” imbuhnya.

Dia mengaku, masyarakat sekitar tak keberatan dengan adanya pembuatan jalur pedestrian wisata religi itu. “Justru masyarakat mendukung. Kalaupun nanti di gang-gang juga dipasang lampu hias, pembayarannya juga bukan dibebankan ke masyarakat. Melainkan pada dinas,” ujarnya.

Akan tetapi, pihaknya masih memerlukan lampu hijau dari sejumlah tokoh. Khususnya, keluarga besar KH Abdul Hamid. Mengingat, pembuatan jalur pedestrian itu juga berkaitan dengan keberadaan makam KH Abdul Hamid.

“Tentunya kami berharap mendapat dukungan pula dari keluarga besar. Karena tujuannya juga bagus,” jelasnya. Jika dukungan telah didapat, pihaknya akan segera mengajukan proyek itu ke tahap lelang.

Diketahui, pembuatan jalur pedestrian wisata religi itu akan dibiayai APBD Kota Pasuruan senilai Rp 1,2 miliar. (tom/mie)