PPP Kota Probolinggo Gagal Gabung Fraksi Gede, Ini Penyebabnya

KANIGARAN – Rencana Partai Persatuan Pembangunan (PPP) untuk bergabung dengan Fraksi Gerindra-Demokrat (Gede) di DPRD Kota Probolinggo, batal. Sebab, masih terkendala proses administrasi dari Fraksi Gede.

Hal ini diungkapkan anggota DPRD dari PPP, Robit Rijanto. Menurutnya, dari hasil rapat pimpinan Kamis (13/6) malam, PPP masih terkendala proses administrasi untuk bergabung dengan Fraksi Gede. “Dari Ketua Fraksi Gede Pak Hamid (Hamid Rusdi) sudah menandatangani surat persetujuan bergabungnya PPP ke Gede. Namun, belum ditandatangani oleh Sekretaris Fraksi Gede Bu Sri (Sri Wahyuningsih),” ujarnya.

Robit menjelaskan, Partai Gerindra menilai sudah cukup persetujuan dari Partai Gerindra. Hal ini karena pada 2014 yang mengusulkan pembentukan fraksi adalah Pantai Gerindra. “Tapi, pimpinan tetap bersikukuh dari Demokrat juga harus tanda tangan. Sedangkan, tanda tangan dari sekretaris fraksi belum ada. Kami akan bergabung dengan fraksi lain,” ujarnya.

Mengenai fraksi mana yang akan diikuti, Robit belum bisa memastikan. Rencana penggabungan dengan fraksi lain masih akan dibahas di internal partai. “Tidak masalah jika kami tidak bisa bergabung dengan Fraksi Gede. Tapi, untuk periode berikutnya kami tidak berencana bekerja sama dengan Demokrat,” ujarnya.

Robit memastikan, pada periode 2019-2024, PPP bisa membentuk fraksi sendiri karena memiliki 3 kursi. Selain Robit Rijanto, ada nama David Rosidy dan Zainul Fatony yang diprediksi lolos ke DPRD Kota Probolinggo. “Kalau Demokrat kan hanya 2 kursi. Gerindra juga sepertinya enggan untuk kerja sama kembali,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Fraksi Gede Sri Wahyuningsih membantah rencana PPP bergabung dengan Gede terganjal tidak ada tanda tangannya. “Tidak seperti itu, rencana penggabungan ini masih akan dibahas di internal Fraksi Gede,” ujarnya.

Disinggung mengenai sikap PPP yang memilih mundur dari rencana penggabungan ke Fraksi Gede, politisi Demokrat itu tidak mempersoalkan. “Jika memang seperti itu, tidak masalah. Itu kan hak anggota DPRD dari PPP,” ujarnya.

Ketua Fraksi Gede Hamid Rusdi membenarkan PPP tidak jadi bergabung dengan Fraksi Gede. Alasannya, belum ditandatanganinya surat persetujuan dari Fraksi Gede. “Kalau saya sudah setuju, tapi dari sekretaris fraksi belum menandatangani. Karena prosesnya lama, kami menyarankan PPP bergabung dengan fraksi lain,” jelasnya.

Hamid menjelaskan, dalam surat persetujuan pertama yang dibuat Fraksi Gede telah disetujui. Baik oleh ketua dan sekretaris fraksi. Namun, karena ada kesalahan dalam surat akhirnya dibuat lagi. “Saat surat kedua ini, Bu Sri ragu untuk menandatangani. Sehingga, sampai rapat pimpinan belum ada tanda tangan dari sekretaris fraksi,” ujarnya.

Ia pun menyayangkan hal ini. Menurutnya, demi kebersamaan di DPRD, apalagi sebentar lagi masa jabatannya akan berakhir, seharusnya bisa disegerakan prosesnya. “Kami dari Gerindra akan mengevaluasi lagi kerja sama dengan Partai Demokrat. Ini, berkaitan dengan struktur Fraksi DPRD Periode 2019-2024,” ujarnya. (put/rud)