Pemkab Pasuruan Berencana Kembali Tambah TPA

DINILAI KURANG: TPA Kenep dan TPA Wonokerto (inset) yang masih progres pembangunan dinilai kurang maksimal untuk menangani sampah di Kabupaten Pasuruan. (Dok. Radar Bromo)

Related Post

BANGIL – Pengelolaan sampah di Kabupaten Pasuruan sejauh ini masih kurang maksimal. Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kenep sudah tak mampu menampung sampah sekabupaten.

Maklum, TPA Kenep hanya memiliki luasan sekitar 2,5 hektare. Sehingga, kesulitan untuk menampung sampah-sampah yang muncul setiap harinya mencapai 4.700 meter kubik. “Untuk itu, kami wacanakan untuk penambahan TPA di wilayah Kabupaten Pasuruan,” kata Plt Kepala DLH Kabupaten Pasuruan Indra Hernandi.

Indra menambahkan, Pemkab sudah melakukan ploting untuk pengembangan TPA di wilayah Kabupaten Pasuruan. Selain TPA Wonokerto di Kecamatan Sukorejo yang masih dalam proses, ada tiga titik lain yang diincar.

Ketiganya, berada di Gempol, Kejayan, dan Grati. Penambahan tersebut, bukan tanpa alasan. Selain difungsikan untuk menambah daya tampung tempat pengolahan sampah, juga untuk membuat TPA tersebut lebih dekat, antarkecamatan.

Sehingga, efisiensi dalam pengangkutan sampah bisa dilakukan. “Semakin banyak TPA, akan memudahkan upaya penanganan sampah. Biaya yang dikeluarkan pun bisa ditekan dibanding ketika harus mengangkut sampah ke satu TPA,” urainya.

Misalnya saja untuk Wonokerto, Kecamatan Sukorejo. Nantinya, akan diperuntukkan dalam menangani sampah yang ada di wilayah Kraton, Bangil, Rembang, dan Pandaan serta Sukorejo.

Atau untuk Kejayan. Nantinya, bisa mengakomodasi sampah yang ada di Pohjentrek, Kejayan, Wonorejo ataupun Purwodadi dan Purwosari. “Begitupun dengan yang lain. Jadi, tidak terfokus satu titik TPA,” sambungnya.

Hanya memang, hal tersebut tidak mudah untuk direalisasikan. Karena biaya untuk pembangunan TPA, membutuhkan waktu tak sebentar dan biaya yang tak murah.

“Tidak bisa sekaligus. Konsen kami saat ini untuk bisa memfungsikan TPA Wonokerto,” terangnya. (one/mie)