Luas Areal Tanam Tembakau di Kabupaten Probolinggo Stagnan

KRAKSAAN – Musim tanam tembakau tahun ini di Kabupaten Probolinggo segera dimulai. Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Probolinggo telah menetapkan luas areal tanamnya. Jumlahnya sama dengan tahun 2018, sekitar 10.774 hektare.

Kasi Tanaman Perkebunan Semusim DKPP Kabupaten Probolinggo Evi Rosellawati mengatakan, luas areal tanam tembakau tahun ini tidak berbeda. Sebab, banyak petani yang tidak beralih menanam yang lainnya. Mereka tetap fokus untuk menanam tembakau. “Tidak berubah sama saja dengan tahun sebelumnya. Tahun ini petani tetap menanam tembakau,” ujarnya.

Menurutnya, di daerahnya ada tujuh kecamatan yang cukup produktif untuk bercocok tanam tembakau. Di antaranya, Kecamatan Paiton, Kotaanyar, Pakuniran, Besuk, Krejengan, Kraksaan, dan Kecamatan Gading. Dari dulu, tujuh kecamatan ini sudah menanam tembakau. “Dari tujuh kecamatan itu, kami maksimalkan penanamannya,” ujarnya.

Dari tujuh kecamatan itu memiliki luas areal tanam berbeda. Di Kecamatan Paiton, ada lahan seluas 1.943 hektare yang tersebar di 20 desa. Kecamatan Kotaanyar, seluas 1.544 hektare di 13 desa. Kecamatan Pakuniran, seluas 1.490 hektare tersebar di 11 desa.

Sedangkan, di Kecamatan Besuk, seluas 2.188 hektare berada di 16 desa. Kecamatan Krejengan seluas 2.200 hektare tersebar di 17 desa. Kecamatan Kraksaan, seluas 1.110 hektare tersebar di 14 desa, dan Kecamatan Gading, seluas 299 hektare di tujuh desa.

“Tidak bertambahnya areal tanam juga untuk pengendalian areal tanaman tembakau dan disesuaikan dengan supply and demand. Sehingga, kebutuhan tembakau dan pembelian gudang seimbang serta tidak terjadi overproduksi. Jika over akan menjatuhkan harga dan merugikan petani,” ujarnya.

Evi menerangkan, dengan rencana luas areal tanam tembakau musim ini seluas 10.774 hektare diasumsikan rencana produksi sebesar 12.929 ton. Sedangkan, asumsi produktivitas tembakau sekitar 1,2 ton per hektare. “Semoga lancar dan dapat terealisasi,” ujarnya. (sid/rud)