Kondisi Setengah Telanjang, Wanita Paro Baya di Wiroborang Ditemukan Tewas

TKP: Polisi memasang police line di rumah Sukimah di Jalan Smanhudi, Mayangan, Sabtu (15/6) petang. Inset: Jenazah Sukimah saat ditemukan tengkurap di dalam rumahnya. (Foto: Rizky Putra Dinasti/Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

MAYANGAN – Warga di Jalan Samanhudi tepatnya RT 2/RW 3 Kelurahan Wiroborang, Kecamatan Mayangan Kota Probolinggo, Sabtu (15/6) sore dibuat gemar. Ini menyusul setelah salah satu warga setempat, ditemukan tak bernyawa

Warga itu diketahui bernama Sukimah, 55. Mayat Sukimah ditemukan tewas oleh adik iparnya yakini Sukama sekitar pukul 17.30.

Informasinya, sebelum menemukan Sukimah tak bernyawa, mulanya Sukama berniat memanggil Almarhumah lantaran jemuran di rumah, belum diangkat sejak pagi hingga sore. Selain itu kondisi rumahnya gelap alias lampu tidak ada yg dinyalakan.

Namun saat memasuki rumahnya, Sukama dikejutkan yang melihat Sukimah dengan posisi tengkurep di kamarnya. Saat itu Sukamah dalam keadaan setengah telanjang, dengan bagian muka bersimbah darah.

Sukama kemudian keluar rumah dan memanggil tetangga sekitar. Warga yang mendengar kabar itu, langsung berkerumun ke rumah duka.

“Dia (Sukimah) tinggal sendiri. Dua anaknya sudah berkeluarga. Sedangkan suaminya sudah meninggal. Minggu depan genap 40 hari suaminya” beber perempuan tersebut.

TINGGAL SENDIRI: Jenazah Sukimah ketika pertama kali ditemukan. (Foto: Istimewa)

Selang beberapa menit, tim identifikasi dari Polresta mendatangi lokasi. Upaya identifikasi mayat Sukimah terbilang lama. Kendati demikian belum ada dari pihak kepolisian yang bersedia untuk dimintai keterangan.

Sementara menurut informasi tetangga sekitar, almarhumah Sukimah masih terlihat keluar rumahnya pada siang. Kondisi almarhum terbilang sehat. Almarhumah Sukimah yang baru saja ditinggalkan oleh suaminya tersebut, sehari-harinya bekerja serabutan .

Hal senada juga diungkapkan Nike Wati, 23 tetangganya. Menurutnya, ketika afik iparnya meminta menghidupkan lampu. Ia langsung masuk rumah dan menghidupkan lampu. “Jadi saya yang menghidupkan lampunya. Namun lampu kamarnya tidak saya hidupkan karena saklarnya tidak ketemu. Sementara itu saya dan warga lainya tidak ada yg berani menyentuh jenazah” tambahnya. (rpd/fun)