Empat Tahun Pasar Plintahan Mangkrak, Jajaki Investor Lain

PANDAAN – Proses pembangunan Pasar Desa Plintahan, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan, telah memasuki tahun ke empat. Namun, selama itu pula pengerjaannya mandek. Karenanya, pemerintah desa berusaha mencari investor lain.

Pembangunan pasar ini dibangun di lahan tanah kas desa (TKD) Plintahan seluas sekitar 1,8 hektare. Proyek ini digarap sejak 2015 lalu dengan investor asal Surabaya. Namun, sejauh ini pasar proyek dengan nilai investasi Rp 20,5 miliar ini baru mencapai sekitar 20 persen.

“Seharusnya maksimal dua tahun pembangunannya harus sudah tuntas. Tapi, ini molor hingga empat tahun dan pembangunan fisiknya hanya dapat sekitar 20 persen,” ujar Kepala Desa Plintahan Sanusi.

Agar tak terus-terusan mangkrak, Sanusi mengaku, berusaha mencari investor lain. Pencarian investor lain ini masih proses penjajakan. Menurutnya, pembangunan pasar ini diperkirakan butuh biaya sekitar Rp 15 miliar.

“Molornya pembangunan hingga empat tahun lamanya, kami rasa sudah cukup. Masak harus molor lagi hingga lima tahun. Kini saatnya cari investor lain,” ujarnya.

Jika kemudian investor baru siap, Sanusi mengaku akan mengambil langkah pembatalan MoU dengan investor lama. “Investor lama terkendala pada pendanaan, sehingga hasilnya seperti ini. Mudah-mudahan titik terangnya sampai dengan akhir bulan ini sudah ada,” ujarnya. (zal/rud)