Warga Kalianyar Bangil Waswas Diserang Ulat Bulu

BANGIL – Warga Tugusari, Kelurahan Kalianyar, Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan, dibuat tak nyaman. Beberapa hari terakhir, ulat bulu menyerang lingkungan di Tugusari.

Ulat jenis grayak itu pun mudah ditemui di tempat-tempat terbuka. Seperti di pelataran rumah warga, dinding rumah, juga jemuran. Akibatnya, tak sedikit dari warga yang merasakan gatal-gatal karena tak sengaja menyentuh ulat bulu ini.

Yuliati, warga Tugusari adalah salah satu yang merasakan serangan ulat bulu itu. Ia mengaku, anaknya harus dilarikan ke puskesmas terdekat gara-gara mengalami gatal-gatal karena tak sengaja menyentuh ulat bulu itu. Bahkan, tubuhnya dipenuhi benjolan.

“Tidak tahu kena di mana. Yang jelas, tubuh anak saya benjol-benjol karena kena ulat bulu,” ujarnya.

Ia menambahkan, serangan ulat bulu itu sudah berlangsung seminggu belakangan. Ulat bulu itu mudah ditemui di tempat terbuka. Seperti, di teras rumah dan dinding rumah.

“Saya terpaksa menutup pintu terus. Takut kalau ulat tersebut masuk,” sambungnya.

Hal senada diungkapkan Khotimah, warga Tugusari lainnya. Serangan ulat bulu itu, benar-benar membuatnya tidak nyaman. Ia dibuat waswas lantaran takut terkena bulu dari ulat itu.

“Takut. Makanya saya semprot pakai solar untuk membasminya,” ulasnya.

Kejadian tersebut, baru pertama dialami di wilayah setempat. Sebelumnya, tidak ada kejadian serupa. “Kalau ulat memang ada. Tapi tidak sampai seperti ini banyaknya,” tandas dia.

Lurah Kalianyar, Kecamatan Bangil, Eddy Santoso mengungkapkan, sudah mendapat laporan dari warganya atas serangan ulat bulu itu. Pihaknya juga sudah meneruskan ke kecamatan untuk ditindaklanjuti penanganannya.

“Kami sudah mendapat laporan dari warga. Kami juga sudah sampaikan ke kecamatan agar ada penanganan,” tuturnya.

Camat Bangil Rahmat Syarifudin menjelaskan, munculnya ulat bulu itu dimungkinkan karena dipengaruhi faktor cuaca. Kondisi dalam tanah cenderung panas. Sementara di langit, relatif mendung. Sehingga, banyak telur dari ulat tersebut menetas dan keluar dari dalam tanah.

Ia menambahkan, sudah berkomunikasi dengan Dinas Pertanian untuk penanganannya. “Sudah kami komunikasikan. Instansi terkait pun sudah terjun ke lokasi untuk melakukan penyemprotan menggunakan insektisida,” pungkasnya. (one/hn)