Usai Lebaran, Stok Darah di Kota Probolinggo Menipis

KANIGARAN – Stok darah di Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Probolinggo menipis. Kamis (13/6) siang, stok darah di unit transfusi darah PMI Kota Probolinggo tersisa 162 kantong.

“Sebetulnya stok darah bisa dikatakan aman jika terdapat 600 kantong,” ujar Kepala PMI Kota Probolinggo Indi Eko Yanuarto.

Dari 162 kantong itu, terbagi dalam empat golongan darah. Meliputi, golongan darah A sebanyak 60 kantong, darah B ada 36 kantong, darah O tersisa 30 kantong, dan darah AB tercatat 36 kantong. “Stok darah di UTD PMI itu terhitung mulai tanggal 13 kemarin,” ujarnya.

Sisa ratusan kantong darah ini diperkirakan hanya mampu bertahan hingga 6 hari ke depan. Kecuali, untuk golongan darah O. Menurut Indi, golongn darah O ini diperkirakan hanya cukup untuk tiga hari ke depan. Sebab, selama ini paling banyak permintaan darah O.

Indi mengaku, terus berupaya menambah stok darahnya. Salah satunya dengan menghubungi para donor darah. Dalam minggu ini, UTD juga buka tenda di Alun-alun Kota Probolinggo.

Selain itu, jika nantinya ada hal yang mendesak, PMI Kota Probolinggo akan berusaha menghubungi jaringannya. Selama ini, PMI Kota Probolinggo memiliki jaringan PMI setapal kuda. “Kami biasa menyuplai beberapa PMI jaringan, termasuk Kabupaten Probolinggo. Namun, melihat kondisi saat ini, yang paling memungkinkan jika keadaan mendesak, mengambil dari jaringan di Lumajang,” ujarnya.

Diketahui, jaringan PMI se-Jawa Timur terbagi menjadi beberapa jaringan. Untuk Probolinggo, terdiri atas Lumajang, Jember, Situbondo, Pasuruan, dan Banyuwangi. “Kami berharap banyak warga kota yang menjadi donor untuk kepentingan kemanusiaan,” ujar Indi. (rpd/rud)