UMKM Probolinggo Terimbas Tol Paspro, Ini Usulan DKUPP-Kadin

KADEMANGAN – Beroperasinya jalan Tol Pasuruan-Probolinggo (Paspro) mulai dirasakan dampaknya oleh pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Kota Probolinggo. Selama arus mudik dan balik Lebaran, produk UMKM di sentra oleh-oleh Ketapang, Kota Probolinggo, jadi sepi.

MINTA DIOPTIMALKAN: Rest area yang ada di Sumberasih. Rest area itu diharapkan bisa menampung UMKM. (Dok. Radar Bromo)

Sepinya sentra oleh-oleh Ketapang ini disampaikan oleh Wakil Wali Kota Probolinggo Moch Soufis Subri saat silaturahmi dengan pelaku UMKM dan Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kota Probolinggo, Kamis (13/6). Menurutnya, pelaku UMKM mulai mengeluhkan sepinya pembeli karena ada jalan tol Paspro.

“Keberadaan tol Paspro di Probolinggo bisa menjadi berkah, namun bisa juga menjadi musibah. Beberapa waktu lalu pedagang di pusat oleh-oleh Ketapang sudah mengeluhkan sepinya pembeli,” ujarnya.

Pembeli sepi karena kendaraan yang biasanya melintas di Kota Probolinggo, kini beralih melewati jalan tol Paspro. Padahal, selama ini mereka adalah salah satu konsumen utama sentra oleh-oleh di Ketapang.

Tidak hanya itu. Sejumlah warung di sekitar sentra oleh-oleh kini juga sepi pembeli. Sepinya pembeli mulai terasa saat jalan Tol Paspro mulai beroperasi. Bahkan, ada warung makan yang sampai ekspansi ke daerah lain. “Ada juga warung-warung makan yang berekspansi ke daerah lain supaya tetap bisa bertahan,” ujarnya.

Gatot Wahyudi, kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan, dan Perindustrian (DKUPP) Kota Probolinggo membenarkan situasi tersebut. Saat ini menurutnya, pelaku UMKM mulai mengeluh sepi pembeli. Terutama mereka yang berjualan di sentra oleh-oleh Ketapang.

“Memang betul kondisinya seperti itu. Wali Kota (Wali Kota Probolinggo Hadi Zainal Abidin, Red.) sudah meminta untuk menindaklanjuti permasalahan ini,” ujarnya.

Salah satu yang dilakukan pihaknya untuk menyikapi keluhan UMKM yaitu berkomunikasi dengan Pemkab Probolinggo. Komunikasi dilakukan untuk membicarakan kemungkinan penempatan produk UMKM di rest area yang ada di tol Paspro.

Menurut Gatot, pihaknya berkeinginan menempatkan produk UMKM kota di rest area. Sehingga, produk UMKM itu bisa dibeli oleh pengendara yang melintas di jalur tol. Terutama, pengendara yang beristirahat di rest area.

Komunikasi dengan Pemkab Probolinggo perlu dilakukan. Sebab, empat rest area di tol Paspro ada di wilayah Kabupaten Probolinggo. Yaitu, dua rest area berada di Kecamatan Tongas, dan dua lagi di Kecamatan Sumberasih.

“Jadi, dimungkinkan produk UMKM asal Kota Probolinggo bisa ditempatkan di rest area. Karena itu kami berkomunikasi dengan Pemkab Probolinggo,” jelasnya.

 

Komentar Kadin

Sementara, Ketua Kadin Kota Probolinggo Indi Eko Yanuarto tidak membantah dampak negatif jalan tol Paspro bagi pelaku UMKM di kota. Namun, menurutnya, jalan tol juga memiliki dampak positif. Terutama untuk memudahkan akses distribusi barang dan jasa.

“Akses jalan tol yang sudah terbentuk, pasti ada imbasnya. Salah satunya imbas negatif. Tapi jalan tol ini membuat distribusi logistik merata, sehingga biaya produksi mengecil. Kadin dan Pemkot Probolinggo memperhatikan akses negatif jalan tol ini,” katanya.

Menurutnya, Kadin Kota Probolinggo telah melakukan beberapa upaya agar produk UMKM bisa dipasarkan lewat rest area di jalan tol. Bahkan, sebelum tol Pasrpo beroperasi, menurutnya, Kadin berkomunikasi dengan PT Waskita. Kadin minta agar PT Waskita memperhatikan UMKM di wilayah yang dilalui jalan tol.

“Saya kurang tahu kebijakan tol ini bagaimana untuk rest area. Ada bagian yang bisa digunakan di rest area untuk memasarkan produk UMKM. Kami tidak tahu berapa. Yang jelas ini akan kami kawal,” jelasnya. (put/hn)