Tersangka Kecelakaan Tol Mapan Tunggu Gelar Perkara, Sopir Truk Masih Saksi

PURWOSARI – Kasus kecelakaan lalu lintas di jalan Tol Malang-Pandaan (Mapan) KM 70.200, Dusun Sumbertejo, Desa Tejowangi, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Pasuruan, masih terus diselidiki. Sampai Kamis (13/6), polisi belum menetapkan tersangka kecelakaan antara truk engkel dengan Toyota Innova ini.

Kanit Laka Satlantas Polres Pasuruan Iptu Marti mengatakan, dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), posisi sopir truk berada di pihak kurang menguntungkan. Namun, pihaknya tidak bisa gegabah untuk menetapkannya sebagai tersangka. “Sopir truknya sudah kami periksa di Mapolres sekaligus di-BAP (berita acara pemeriksaan). Statusnya belum tersangka, masih sebagai saksi,” ujarnya.

Menurutnya, ada proses dan tahapan yang harus dipenuhi untuk menetapkan seseorang menjadi tersangka. Di antaranya, ada pemeriksaan sejumlah saksi, penyitaan barang bukti, dan sebagainya. “Penetapan tersangka kami tunggu hasil gelar perkara. Karena masih belum dan statusnya masih sebagai saksi, kami juga tidak menahan terhadap sopir truk tersebut,” ujarnya.

Diketahui sebelumnya, Rabu (12/6) sekitar pukul 11.00, terjadi kecelakaan lalu lintas di Jalan Tol Mapan. Saat itu, sebuah truk bermuatan pisang dan kelapa bertabrakan dengan Kijang Innova bernopol W 1016 YH.

Akibatnya, truk yang dikemudikan Antonius Graduale, 51, warga Kelurahan Selili, Kota Samarinda, itu terguling. Sedangkan, mobil Innova yang dikemudikan Andi Suhelmi, 61, warga Karangpoh, Kabupaten Gresik, terbakar. Syukur, mereka selamat meski mengalami luka ringan.

Kecelakaan ini dipicu oleh Antonius Graduale yang mendadak pindah jalur. Sedangkan, di belakangnya ada Andi yang mengemudikan Innova. Nahas, Andi yang berusaha mengerem tak berhasil. Mobilnya tetap menabrak truk yang dikemudikan Antonius.

Sejauh ini, Satlantas Polres Pasuruan masih menyelidiki kasus ini. Antonius masih berstatus sebagai saksi. Marti mengatakan, tersangka dalam kasus ini bisa dijerat dengan pasal 310 ayat (2) UU 22/2009 tentang Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ). “Ancaman pidananya paling lama satu tahun,” katanya. (zal/fun)