Sempat Kurang, Formasi Pendamping Kembali Lengkap

LENGKAP: Kegiatan Family Development System (FDS) dari Pendamping PKH kepada keluarga penerima manfaat di Kota Pasuruan. Jumlah pendamping sebelumnya lowong karena salah satu pendamping mundur. (Foto Muhamad Busthomi/Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

PASURUAN – Pendampingan Program Keluarga Harapan (PKH) di Kota Pasuruan saat ini kembali normal. Jumlah pendamping program Kemensos RI itu telah lengkap sesuai dengan formasi yang dibutuhkan. Itu lantaran kuota satu orang pendamping yang dibutuhkan sebelumnya telah terpenuhi.

“Kekosongan satu orang tenaga pendamping sudah terpenuhi,” kata Koordinator Daerah PKH Kota Pasuruan, Abd Khobir Ghozali.

Ia menyebut, jumlah pendamping PKH saat ini berjumlah 16 orang. Sebelumnya, ada salah satu pendamping yang mengundurkan diri sejak Oktober 2018. Sehingga selama beberapa bulan, tenaga pendamping hanya 15 orang.

Menurut Khobir, alasan pendamping untuk mundur itu lantaran mengikuti kontestasi politik dalam Pemilu 2019 lalu. Oleh sebab itu, lanjut Khobir, pihaknya lantas mengajukan rekrutmen tenaga pendamping untuk melengkapi formasi tersebut.

Hal itu dilakukan agar upaya pendampingan kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) lebih optimal. “Karena kemarin sempat ada kekosongan, kami pun mengajukan ke Kemensos. Kuotanya tetap satu tenaga, sesuai dengan kebutuhan,” jelasnya.

Meski begitu, dia tak mengetahui persis mengenai mekanisme rekrutmen yang sudah berlangsung. Begitupun dengan jumlah pendaftar di Kota Pasuruan. Sebab proses rekrutmen ditangani langsung oleh Kemensos RI secara online.

“Setelah masa pendaftaran, kemudian tahapan administrasi dan sebagainya, lalu para pendaftar mengikuti tes di Surabaya. Kalau jumlah pendaftar kami tidak mengetahui karena proses pendaftaran langsung ke pusat,” jelasnya. (tom/fun)