RSUD dr Saleh Kerap Overload, Begini Progres Pembangunan RS Baru

MAYANGAN – Kondisi RSUD dr. Mohamad Saleh Kota Probolinggo yang sering overload mendapat perhatian dari warga. Mereka berharap rencana Pemkot Probolinggo merelokasi rumah sakit pelat merah ini segera direalisasikan.

Salah satunya diungkapkan oleh warga Kelurahan Sukabumi, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo, Rahmad, 54. Menurutnya, rumah sakit tipe B yang ada saat ini merupakan rumah sakit rujukan di Kota Probolinggo.

MASIH PROSES: Petugas medis melintas di depan kamar-kamar pasien di RSUD dr. Mohamad Saleh, Kota Probolinggo. Pemkot Probolinggo sudah menyampaikan rencana relokasi RSUD ini ke Presiden. (Zainal Arifin/Jawa Pos Radar Bromo)

Tapi, RSUD setempat sering overload. Karena tidak boleh menolak pasien, sering harus menempatkan pasien di Instalasi Gawat Darurat (IGD). “Pernah saudara saya sakit jantungnya kumat, jadi langsung dilarikan ke IGD rumah sakit. Selanjutnya harus ngamar. Karena kamarnya penuh, sementara ditaruh di IGD,” ujarnya.

Karenanya, pihaknya berharap Wali Kota Probolinggo merealisasikan rencananya untuk membangun rumah sakit baru. “Harapan saya, pembangunan rumah sakit baru segera direalisasikan. Mengingat masyarakat, khusunya Kota Probolinggo sangat membutuhkan rumah sakit itu,” ujarnya.

Plt Wakil Direktur Pelayanan Medis RSUD Mohamad Saleh Kota Probolinggo Imamatus Salamiyah membenarkan jika rumah sakitnya sering everload. Menurutnya, kapastitas rumah sakitnya tidak bisa mencukupi kebutuhan pasien yang masuk. Sehingga, perlu adanya pengembangan.

“Lahan yang ada sekarang tidak bisa dikembangkan lagi. Lahan yang dimilik rumah sakit hanya 1,2 hektare dengan kapasitas 230 kamar. Padahal, stadarnya harus 3,5 hektare,” ujarnya.

 

Progres RS Baru

Sedangkan, Wali Kota Probolinggo Hadi Zainal Abidin mengatakan, perkembangan pembangunan rumah sakit baru di selatan Kota Probolinggo sudah ada progresnya. Pembebasan lahan rumah sakit seluas 4 hektare sudah rampung. Termasuk kajian mengenai pendirian rumah sakit.

Hadi mengaku sudah menemui Presiden dan Gubernur Jawa Timur terkait pendirian rumah sakit ini. “Di awal tahun kami sudah melakukan tahapan pembangunan jembatan. Kami juga sudah mengajukan izin untuk irigasi ke Gubernur. Sebab, irigasi itu milik pengairan Provinsi,” ujarnya.

Hadi mengatakan, pembangunan rumah sakit ini tinggal menunggu progres dari Presiden dan Gubernur. Menurutnya, Gubernur juga sudah merespons positif. “Bahkan, Gubernur meminta proposal yang kami kirim ke Presiden dan juga Bapernas agar bisa segera di follow up,” ujarnya.

Jika pembangunan rumah sakit baru selesai, rumah sakit yang lama akan direlokasi. Sedangkan, rumah sakit yang lama akan turun kelas dari tipe B menjadi tipe C. Sehingga, jika mengacu aturan dari BPJS terkait rujukan berjenjang, warga Kota Probolinggo tidak perlu ke rumah sakit tipe C di Kabupaten Probolinggo.

“Harapanya, jika ada warga kota yang sakit, rujukanya langsung ada di kota. Mulai dari Puskesmas, tipe D, C, dan B yang menjadi rujukan setapal kuda. Lebih lagi dengan layanan ambulans setiap kecamatan. Maka, pelayanan kesehatan di Kota Probolinggo akan lebih maksimal,” ujar Hadi. (rpd/rud)