Pulang, Residivis Pencurian Motor asal Dayurejo Prigen Ditangkap

BANGIL – Pengapnya dinding jeruji penjara, tak serta merta membuat Munip Effendi, 37, merasa jera. Buktinya, lelaki asal Dayu, Desa Dayurejo, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan, ini kembali berulah hingga membuatnya kembali masuk penjara.

Ia ditangkap polisi lantaran terlibat dalam aksi pencurian motor. Tindak pencurian itu dilangsungkan tersangka 21 November 2017 lalu. Korbannya menimpa Muhammad Munawar, 31, warga Babatan, Desa Kalirejo, Kecamatan Sukorejo.

Tersangka tidak sendirian ketika beraksi. Ia bersama rekannya, Sukri, warga Dayurejo, Kecamatan Prigen, yang tertangkap duluan. Kasatreskrim Polres Pasuruan AKP Dewa Putu Prima menguraikan, tersangka ditangkap anggota Buser Polres Pasuruan, Rabu (12/6) dini hari.

Ia ditangkap di rumahnya, sekitar pukul 01.00. Penangkapan itu berawal dari aksi garong motor Satria FU yang dilakukannya bersama Sukri. Ketika itu, kedua tersangka tengah melintasi jalan lingkungan Wringinanom, Kelurahan Jogosari, Kecamatan Pandaan.

Dalam perjalanan tersebut, keduanya melihat motor nopol N 2631 TAS milik korban tengah terparkir di depan toko mainan. “Melihat motor korban, niat jahat pelaku muncul. Ia pun menjadikan motor korban sebagai sasaran pencurian,” jelas Dewa –sapaan akrabnya-.

Sukri kemudian turun dari motor. Ia membawa kunci T untuk merusak kontak motor korban. Sementara Munip, berperan sebagai joki.

Begitu berhasil, keduanya kabur. “Sementara, korban yang mengetahui motornya raib, lapor ke polisi. Dari laporan itulah, kami melakukan penelusuran,” sampainya.

Kemudian petugas berhasil menangkap Sukri. Dari keterangan Sukri itulah petugas mengantongi nama Munip untuk kemudian dilakukan pengejaran. Hasilnya, Munip berhasil ditangkap Rabu dini hari.

Dalam penyidikan petugas, Munip ternyata tidak hanya sekali beraksi. “Ia bahkan pernah dipenjara atas kasus yang sama dan keluar tahun 2017 lalu. Namun, bukannya tobat, ia kembali berulah. Alasannya, karena tidak punya pekerjaan,” sambung Dewa.

Karena perbuatannya itu, tersangka dijerat pasal 363 KUHP tentang Pencurian dengan Pemberatan. Ancamannya, 10 tahun penjara. (one/mie)