Pemerintah Desa Menyarik Dorong Warga Memiliki Usaha Mandiri untuk Tingkatkan Ekonomi

SUMBER EKONOMI: Salah satu tempat budi daya ikan di Desa Menyarik, Kecamatan Winongan. Pemerintah desa mendorong warga membuka usaha mandiri untuk meningkatkan perekonomiannya. (Foto: Desa Menyarik For Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

Memiliki lahan pertanian yang cukup luas, tak membuat warga Desa Menyarik, Kecamatan Winongan, Kabupaten Pasuruan, hanya mengandalkan sektor pertanian. Kini banyak tumbuh usaha mandiri yang mampu meningkatkan perekonomian warga.

MESKI tak terletak di pinggir Jalan Raya Winongan, perekonomian di Desa Menyarik, Kecamatan Winongan, Kabupaten Pasuruan, terus menggeliat. Tak hanya dari sektor pertanian yang menjadi mayoritas mata pencaharian warga, mereka juga banyak yang mendirikan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

Kepala Desa Menyarik Asmadi mengatakan, potensi pertanian dan perkebunan di desanya cukup bagus. Selain penghasil padi dan jagung, banyak juga warga yang berkebun buah-buahan. Seperti salak, mangga, dan kelapa. Bahkan, ada yang membudidaya pohon sengon. “Termasuk peternakan di sini juga bagus, seperti bebek dan ayam. Bahkan, yang tampak menggeliat usaha perikanan,” ujarnya.

Budi daya perikanan air tawar ini banyak dikembangkan di Desa Menyarik. Sehingga, tak hanya menjadi sumber pendapatan bagi pemilik tambak. Tapi, juga bisa menyerap tenaga kerja dari warga sekitar. Salah satu contohnya yang cukup berkembang budi daya ikan milik Muhammad Baidil.

“Kalau di lahan milik M. Baidil ini dari satu lahan lengkap dikembangkan perikanan. Dari kolam lele, juga ada ayam petelur dan itik. Sedangkan, kolam lainnya ada ikan nila dan koi. Dari beberapa sumber usaha bisa memberikan pemasukan,” ujarnya.

Asmadi mengaku sangat mendukung warga yang bisa berkreasi dengan mendirikan usaha mandiri. Jika berkembang, bisa mempekerjaan pemuda sekitar. Dari desa sendiri terus mendorong warga untuk mengembangkan skill-nya. Salah satunya di bidang budi daya ikan.

“Salah satunya dengan memberikan pelatihan budi daya ikan tahun lalu. Pelatihannya, mulai dari pembibitan ikan, pengembangbiakan, sampai pembuatan pakan ikan,” ujarnya.

Harapannya, dengan pelatihan-pelatihan itu, masyarakat ada yang mampu membuka usaha mandiri dan membuka peluang usaha baru. “Termasuk dari PKK ada juga untuk pemberdayaan perempuan. Rutin ada pelatihan pembuatan olahan makanan, seperti dari bahan baku ikan menjadi nugget sampai sempol ikan. Dari keterampilan itu, kami berharap bisa muncul usaha mandiri baru,” ujarnya. (eka/fun)