Komisioner KPU Pasuruan Dilantik, Digaji Rp 11 Juta, Ketua Rp 12 Juta

PASURUAN – Komisioner baru tiga KPU di wilayah edar Jawa Pos Radar Bromo, resmi dilantik, Kamis (13/6) di Hotel JW Marriott Surabaya. Yaitu, KPU Kota dan Kabupaten Pasuruan dan KPU Kota Probolinggo. Mereka pun langsung menggelar rapat pleno internal malam ini (tadi malam, Red) untuk menentukan posisi ketua.

Sama dengan KPU Kota Probolinggo, KPU periode 2019-2024 di Kota dan Kabupaten Pasuruan didominasi wajah baru. di Kota Pasuruan, hanya satu petahana yang menjadi komisiner KPU lagi. Yaitu, Royce Diana Sari.

Empat lainnya baru. Yaitu, Helmi yang sebelumnya Panwascam Bugul Kidul; Mukhamad Zahid yang memiliki latar belakang sebagai Panwascam Panggungrejo. Kemudian Hasan Asyuro yang merupakan ketua Pemuda Muhammadiyah Kota Pasuruan dan Nanang Abidin yang sebelumnya ketua PPK Purworejo.

Sementara di KPU Kabupaten Pasuruan, satu-satunya incumbent yang lolos adalah Zainul Faizin, mantan ketua KPU Kabupaten Pasuruan periode sebelumnya. Sementara empat komisioner lainnya, gagal masuk lima besar. Mereka adalah Winaryo Sujoko, Azmi Abbas Djazuli, Indra Wahyu Djatmiko, dan Muhammad Husaini.

Keempatnya gagal, setelah disisihkan oleh calon-calon lain, yang masuk lima besar. Selain Zainul Faizin, empat komisioner KPU Kabupaten Pasuruan periode 2019-2024 adalah Abdul Kholiq, Suyatman, Fatimatuz Zahro, dan Eriek Zainuri.

Sekretaris KPU Kota Pasuruan Putu Sedana menyampaikan, usai pelantikan seluruh komisioner langsung mengikuti pembekalan dari KPU RI di hari yang sama. Dilanjutkan dengan pengarahan oleh KPU Jawa Timur.

“Nanti ada pembekalan dari KPU RI berkaitan dengan tupoksi masing-masing komisioner di KPU. Baik untuk urusan adminsitratif maupun teknis. Kemudian juga ada pembekalan tugas per divisi dari KPU Provinsi Jawa Timur,” kata Putu.

Di samping itu, kelima komisioner baru itu juga akan menggelar rapat pleno untuk menentukan jabatan ketua, anggota, dan divisi yang dikendalikan. Menurut Putu, data yang dihasilkan dari rapat pleno itu akan dibawa ke KPU RI.

“Malam harinya ada pleno internal untuk menentukan divisi, sekaligus siapa yang menjadi ketua dan anggotanya,” ujarnya.

Sekretaris KPU Kabupaten Pasuruan Yudianto menuturkan,

komisioner KPU Kabupaten Pasuruan periode 2019-2024 memiliki tugas penyelenggaraan pilkada. Namun, pelaksanaannya masih jauh karena masih empat tahun lagi.

“Mungkin yang terdekat adalah persiapan untuk penyiapan berkas sidang perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU),” sambungnya.

Zainul Faizin, salah satu komisioner KPU Kabupaten Pasuruan menyampaikan, ada beberapa tugas yang akan dilakukan KPU, sembari menunggu penyelenggaraan pemilihan. Salah satunya adalah persiapan untuk persidangan PHPU.

“Selain itu, juga pleno penetapan perolehan kursi calon terpilih untuk Kabupaten Pasuruan,” katanya.

Untuk status, Sekretaris KPU Kabupaten Pasuruan Yudianto menguraikan, komisioner KPU tak jauh berbeda dengan ASN. Khususnya, dalam hal penggajian. Karena penggajiannya, dilakukan awal bulan.

“Namanya uang kehormatan. Berbeda dengan PPK ataupun PPS yang merupakan lembaga ad hoc. Di mana, honorarium lembaga ad hoc diberikan ketika mereka sudah bekerja. Sementara untuk komisioner, dilakukan pada awal bulan, sama dengan ASN,” terangnya.

Disinggung soal besaran, Yudianto tak bisa merincikan pasti. Namun, besarannya bisa mencapai lebih dari Rp 12 juta untuk ketua. Sementara anggota, bisa di atas Rp 11 juta. “Total uang kehormatan yang bisa diterima, Rp 12 juta lebih untuk ketua dan Rp 11 juta untuk anggota,” jelasnya.

Hal yang sama disampaikan Sekretaris KPU Kota Pasuruan Putu Sedana. Menurutnya, setiap anggota komisioner akan menerima gaji sekitar Rp 11 juta. Sedangkan ketua akan digaji sekitar Rp 12 juta.

“Itu, uang kehormatan. Jumlahnya belum ada perubahan. Tetap seperti periode kemarin,” tandasnya. (one/tom/hn)