Integrasikan Kebijakan Setiap OPD Demi Wujudkan Smart City Kota Pasuruan

PASURUAN – Keinginan Pemkot Pasuruan mewujudkan konsep smart city terus dimatangkan. Sejumlah langkah awal mulai ditempuh sebagai persiapan mewujudkan konsep itu. Itu dilakukan agar rencana besar itu benar-benar terealisasi.

Sebab, harus diakui bahwa penerapan smart city dalam suatu pemerintahan memperlukan waktu lama. Disamping adanya perencanaan yang matang, juga dibutuhkan tahapan-tahapan yang mesti dilakukan.

Akselerasi sistem pemerintahan berbasis elektronik (SPBE) menjadi hal utama untuk memulai penerapan smart city. “Ada beberapa elemen dalam konsep smart city. SPBE ini merupakan elemen pertama,” kata Plt Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik Kota Pasuruan, Sugeng Winarto.

Untuk diketahui, capaian SPBE Kota Pasuruan 2018 belum maksimal. Berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Kota Pasuruan masuk dalam kategori cukup, yaitu dengan nilai 2,38.

“Banyak PR yang mesti dituntaskan. Terutama dalam segi kebijakan,” imbuh dia. Karena itu, Pemkot juga merevisi Perwali tentang Tata Kelola Pemerintahan Berbasis TIK yang sudah ada sebelumnya. Setelah adanya evaluasi dari Kemen PAN RB, Pemkot merevisi Perwali tersebut. Wawali juga telah menerbitkan surat edaran ke masing-masing OPD,” ujar Sugeng.

Menurutnya, Perwali itu juga menjadi payung hukum untuk mengintegrasikan kebijakan, tata kelola, dan pelayanan di seluruh OPD. Sehingga roda pemerintahan benar-benar dikembangkan secara terpadu. (tom/fun)