Eks Plt Kadis PUPR-Staf Kelurahan Pemkot Pasuruan Jalani Hukuman

PASURUAN – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengeksekusi dua orang terpidana kasus suap proyek pembangunan gedung PLUT KUMKM di lingkungan Pemkot Pasuruan. Yaitu, mantan Plt Kepala Dinas PUPR Kota Pasuruan, Dwi Fitri Nurcahyo dan staf honorer di Kelurahan Purutrejo, Wahyu Tri Hardianto.

Berdasarkan keterangan tertulis dari Kepala Biro Humas KPK Febri Diansyah, dua terpidana itu dieksekusi ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas I Surabaya atau Lapas Porong, Kamis (13/6). Keduanya sempat ditahan di Rutan Surabaya, selama proses peradilan berlangsung.

Pada sidang pembacaan putusan yang digelar di Pengadilan Tipikor Surabaya, 17 Mei, keduanya dinyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah oleh majelis hakim yang diketuai I Wayan Sosiawan. Dwi Fitri Nurcahyo dijatuhi hukuman pidana 5 tahun penjara disertai denda Rp 300 juta. Dwi juga diminta membayar uang pengganti senilai Rp 80 juta.

Kepala Biro Humas KPK Febri Diansyah menyebutkan, saat ini Dwi telah menyetorkan uang pengganti sesuai amar putusan.

Sementara Wahyu Tri Hardianto divonis dengan hukuman pidana selama 4 tahun penjara. Dia juga didenda Rp 200 juta.

Penasihat Hukum Dwi Fitri Nurcahyo, Mesak Abbet Neggo Taloim mengaku, belum mengetahui eksekusi yang dilakukan pada kliennya. Sejauh ini, pihaknya belum mendapatkan pemberitahuan resmi dari KPK. “Kami belum tahu soal itu. Karena sampai saat ini belum ada pemberitahuan ke kami,” ujar pria yang akrab disapa Obby itu.

Hal senada diungkapkan Penasihat Hukum Wahyu Tri Hardianto, Ari Soetomo. Dia mengaku tidak mengetahui eksekusi itu. Namun, menurutnya eksekusi memang mungkin dilakukan. “Karena kami memang tidak mengajukan upaya hukum. Jadi, kalau proses hukum sudah inkracht, jaksa berhak melakukan eksekusi,” katanya.

Jawa Pos Radar Bromo juga mengonfirmasi Kalapas Klas I Surabaya Suherman. Namun, yang bersangkutan mengaku tidak tahu apakah benar Dwi Fitri dan Wahyu dieksekusi ke Lapas yang dipimpinnya.

Sebab, ia sedang berada di luar Lapas. Andai memang benar dieksekusi, dirinya juga belum tahu kapan keduanya masuk ke Lapas. (tom/hn)