Dilalap Api 3 Jam, Vila di Wonosari Tutur Tinggal Rangka

TUTUR–Dalam waktu hampir tiga jam, sebuah vila pribadi di Dusun Mesagi, Desa Wonosari, Kecamatan Tutur, hangus tinggal rangka. Vila milik warga Dukuh Pakis, Surabaya, itu terbakar kemarin (14/6) sore. Diduga penyebabnya karena korsleting.

Tidak ada korban jiwa dalam kebakaran itu. Sebab, saat itu vila dalam posisi kosong atau tidak ada penghuninya. Namun, kerugian yang diderita pemiliknya diperkirakan cukup besar. Yaitu, sekitar Rp 500 juta.

Kebakaran itu sendiri baru diketahui warga sekitar pukul 16.30. Saat itu, kondisi api sudah membesar. Karena itu diperkirakan, api mulai membakar vila sebelum pukul 16.30.

“Warga tahu ada kebakaran saat api sudah besar. Waktu itu kondisi vila sedang kosong atau tidak ada orang,” cetus Heri Subhan, warga Desa Andonosari, Kecamatan Tutur, yang melintas di lokasi kejadian saat kebakaran terjadi.

Heri menyebut, sebenarnya ada warga yang ditugasi menjaga vila itu oleh pemiliknya. Namun, saat itu penjaga vila baru pulang ke rumahnya.

“Saat kejadian, posisi vilanya kosong. Ada penjaganya selama ini, tapi saat itu sedang pulang ke rumahnya di Desa Ngendro,” katanya.

Berdasarkan informasi yang dikumpulkan Jawa Pos Radar Bromo, sore itu penjaga vila baru saja bersih-bersih. Semua listrik lantas dinyalakan karena hari hampir petang. Setelah  bersih-bersih, penjaga lantas pulang sebentar ke rumahnya. Saat ditinggal penjaga itulah, kebakaran terjadi. Diperkirakan, kebakaran terjadi karena korsleting listrik atau hubungan arus pendek.

Vila itu sendiri berada di pinggir jalan jurusan Tutur – Bromo. Vila dua tingkat itu dikeliling pagar dan jauh dari lingkungan warga. Ada rumah di sekitar vila, namun jarang.

Pemiliknya adalah Supandri, 70, warga Dukuh Pakis, Surabaya. Vila itu sendiri adalah vila untuk peristirahatan pribadi, bukan untuk disewakan. Pemiliknya biasa datang atau mampir saat berlibur ke puncak.

Warga sekitar pun langsung memadamkan api dengan cara manual saat tahu vila terbakar. Namun, warga tidak berani terlalu dekat ke lokasi vila.

Mereka juga tidak berani mengeluarkan barang-barang di dalam vila. Sebab, saat itu api sudah membesar. Dikhawatirkan, rangka rumah akan ambruk saat warga masuk.

Sekitar 1 jam 45 menit setelah terbakar atau sekitar pukul 18.15, satu unit mobil damkar dari Pemkab Pasuruan tiba di lokasi kejadian. Mobil pun langsung memadamkan api. Dan, pukul 19.15 atau hampir tiga jam setelah terbakar, api baru bisa dipadamkan. Namun, kondisi vila sudah tinggal rangka.

Kapolsek Nongkojajar AKP Akhmad Sukiyanto saat dikonfirmasi menyebut, penyebab atau pemicu kebakaran diduga karena korsleting. “Sumbernya stop kontak dekat pintu kamar. Kemudian menjalar ke atap kamar dan selanjutnya membakar seisi vila beserta peralatannya di lantai atas dan bawah,” ungkapnya.

Kapolsek menyebut, tidak ada korban jiwa dalam kebakaran ini. Namun, kerugian materiil dialami korban atau pemilik vila. Diperkirakan, kerugian sekitar Rp 500 juta. (zal/hn)