Tergencet 2 Mobil, Motor Ditumpangi Sekeluarga asal Bayeman Ringsek

TONGAS–Motor Honda Vario 125 N 5221 S yang dikendarai Azizah, 40 dan dua anaknya, langsung remuk, Kamis (13/6). Motor remuk saat dua mobil bertabrakan, sementara Vario berada di tengah.

Azizah dan dua anaknya pun mengalami luka-luka. Satu di antaranya bahkan masih balita. Yaitu, Dafa, 4. Sementara anaknya yang lain, Hoit, 22. Mereka pun langsung dilarikan ke RSUD Tongas untuk mendapat perawatan.

Kecelakaan ini terjadi di Jalan Raya Bayeman, Desa Bayeman, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo, sekitar pukul 11.00. Saat itu,  Azizah mengendarai motor Vario bersama dua anaknya, Hoit dan Dafa. Hoit menyetir, sedangkan Azizah dan Dafa dibonceng.

Warga Dusun Jaringan, RT 7/RW 3, Desa Bayeman, itu berniat pulang ke rumahnya di utara jalan raya. Dia pun berniat menyeberang jalan raya dari arah selatan ke utara.

Saat itu kondisi jalan raya ramai. Sehingga, motor berhenti di tengah jalan. “Jadi, motor ini dari selatan hendak ke utara untuk nyeberang. Sebab, rumah Bu Azizah ini ada di seberang jalan. Yaitu di utara jalan,” terang Musleh, 43, kaur umum di Desa Bayeman.

Tanpa disadari Azizah, dari barat sebuah mobil Daihatsu Gran Max PU Nopol N 8799 TG melaju dengan kencang ke arah timur. Gran Max kemudian menyalip truk yang ada di depannya dengan berpindah lajur. Yaitu, mengambil lajur kanan.

Gran Max itu tidak melihat ada motor korban Azizah yang berhenti di tengah jalan untuk menyeberang. Akibatnya, Gran Max menghantam motor korban dengan keras. Saking kerasnya, motor yang mulanya berada di tengah, terdorong hingga 3 meter ke selatan jalan.

LUKA-LUKA: Dafa, 4 tahun saat dirawat di RSUD Tongas. Ia mengalami luka usai terjatuh bersama ibunya. (Zainal Arifin/ Radar Bromo)

Di saat bersamaan, dari arah berlawanan yaitu dari Timur, melaju mobil Isuzu Panther yang dikemudikan Erik, 29. Warga Desa Arjasa, Kabupaten Situbondo itu sempat melihat Gran Max pindah lajur ke kanan dan menabrak Vario.

Erik pun berusaha menghindar. Namun, tidak berhasil. Lantaran jarak yang terlalu dekat, Gran Max dan Panther pun adu moncong. Sementara motor tergencet di tengah, di antara kedua kendaraan ini.

“Motor yang tergencet di tengah pun remuk total. Makanya, tiga warga saya yang naik motor itu langsung dibawa ke RSUD Tongas,” imbuhnya.

Warga pun langsung memenuhi lokasi kecelakaan. Namun, sopir Gran Max tidak ada. Dia diduga melarikan diri. Bahkan, warga dan petugas Satlantas Polres Probolinggo Kota yang piket kebingungan mencari sopir bak terbuka tersebut.

Keterangan diperoleh dari Erik, sopir Panther. Menurutnya, Vario tertabrak Gran Max saat hendak menyeberang. Gran Max sendiri melaju dari barat dan mengambil lajur kanan untuk menyalip truk. Gran Max lantas menabrak mobilnya.

“Kalau posisi di jalur saya itu sepi. Makanya saya kaget ketika ada Gran max yang nyalip dan nabrak motor. Saya berusaha menghindar tapi gak nutut,” bebernya.

Akibatnya, kepala Erik benjol. Sementara Panther miliknya bagian depanya ringsek. Begitu juga mobil Gran Max, bagian depannya ringsek.

“Saya bersama dengan tiga keluarga berencana ke Pasuruan. Meski tak ada luka yang parah, saya dan adik benjol di kepala,” imbuhnya.

Sementara tiga korban yang mengendarai motor, juga mengalami luka. Namun, beruntung tidak parah. Hoit yang menyetir dan ibunya Azizah hanya luka lecet di kepala. Sementara Dafa, selamat.

Sementara itu, Kanit Laka Polresta Probolinggo Ipda Rizal hingga pukul 17.00, belum bisa dikonfirmasi terkait kecelakaan itu. (rpd/hn)