Takar SS ke Kantong Kecil-Kecil, Dua Warga Beji Dibekuk

BANGIL – Niat Rifai dan temannya Moch Sugiono, 23, untuk mendapatkan untung besar dari transaksi narkoba tak kesampaian. Yang ada, keduanya kini harus mendekam di balik jeruji besi.

Itu, setelah warga Desa Gunungsari, Kecamatan Beji dan Desa/ Kecamatan Beji itu ditangkap saat hendak melakukan transaksi. Keduanya ditangkap Selasa (11/6) petang.

Kasatreskoba Polres Pasuruan AKP Nanang Sugiyono menguraikan, awalnya petugas hendak menggerebek Rifai. Sebab, ada laporan lelaki 39 itu disebut-sebut menjadi bandar sabu-sabu. “Kami melakukan penggerebekan sekitar pukul 18.00,” jelas perwira polisi dengan tiga setrip di pundaknya itu.

Dalam penggerebekan itu, rupanya Rifai tidak sendirian. Di dalam kamar rumahnya, ada Sugiono yang tengah menunggu Rifai menakar sabu-sabu ke kantong-kantong plastik. Atas temuan itulah, keduanya pun diciduk petugas. Mereka lantas digiring ke Mapolres Pasuruan untuk diperiksa.

Menurut perwira yang hobi menggeber motor trail itu, penggerebekan itu dilakukan di kamar rumah Rifai. Di dalamnya, ada sejumlah barang bukti yang ditemukan.

Selain sabu-sabu seberat 43,71 gram, petugas juga mengamankan uang tunai Rp 200 ribu, alat hisap sabu, dan sejumlah barang bukti lainnya.

“Sabu-sabu seberat 43,71 gram itu, dimasukkan ke dalam kantong-kantong kecil yang terbagi berbagai ukuran. Ada yang 12,36 gram, ada pula yang 0,26 gram, dan berbagai ukuran lainnya,” imbuh Nanang.

Petugas masih terus mendalami kasus ini. Termasuk menggali informasi perolehan sabu-sabu itu didapatkan tersangka dari mana. Kini, karena perbuatannya itu, keduanya dijerat pasal 114 jo pasal 112 UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Ancamannya, 10 tahun penjara. (one/mie)