Polisi Benahi Rumah Suroso yang Sempat Dirusak Massa, Bakal Beri Pekerjaan Istri Korban Pembunuhan

TONGAS – Pasca perusakan yang dilakukan sejumlah massa di Dusun Kapasan, Desa Tongas Wetan, Kabupaten Probolinggo, kepolisian mengambil sikap tegas dengan melakukan penyelidikan. Tak hanya itu, jajaran Polres Probolinggo Kota mengambil langkah inisiatif untuk membenahi rumah Suroso yang dirusak Jumat (7/6) malam lalu.

AKIBAT AMARAH: Massa saat mendatangi rumah Suroso, Jumat (7/6) malam silam. (Dok. Jawa Pos Radar Bromo)

Sedikitnya sekitar 30 personel Polresta dan juga Taruna yang melakukan latihan kerja (latja), membenahi rumah tersebut, Rabu siang (12/6). Selain tenaga, kepolisian juga membawa material untuk perbaikan.

Kapolres Probolinggo Kota AKBP Alfian Nurrizal saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Bromo, menjelaskan, yang menjadi latar belakang untuk melakukan bantuan yakni rasa kemanusiaan yang tinggi. Pasalnya jika ditelisik dari segi kemanusiaan, yang menjadi korban bukan hanya M. Fahrur Rozi. Akan tetapi juga ibunya. Istrinya dan anak nya yang ditinggalkan. Termasuk orang tua Munir (pelaku) dan juga orang tua dari Suroso juga menjadi korban.

“Akibat peristiwa (tewasnya M Fahrur Rozi) yang menyebabkan banyak yang menjadi korban. Meski kami lakukan aturan sesuai hukum yang ada, ada sisi kemanusiaanya juga perlu dipertimbangkan,” bebernya.

Tak hanya melakukan perbaikan pada rmah Suroso yang rusak. Polresta juga meluncur kerumah orang tua M. Fahrur Rozi. “Disana orang tuanya juga menyadari jika anaknya telah melakukan kesalahan. Dengan demikian ibunya kini tinggal sendirian,” terangnya.

Saat Alfian mengunjungi rumah korban, disana tampak Meri Agustin. Dia adalah istri almarhum M Fahrur Rozi. Saat itu Meri sedang menggendong anaknya yang masih berusia 1,5 tahun. Tentunya dengan kematian Fahrur Rozi, otomatis tidak ada yang menafkahinya. Oleh karenanya Kapolresta berinisiatif memberikan pekerjaan padanya.

“Jadi setelah saya tanya, dia (Meri) punya keahlian merawat. Namun ijazahnya masih belum diambil. Oleh karenanya, kami bantu untuk mengambil ijazahnya. Kemudian rencananya kami pekerjakan membantu Dokpol. Paling tidak dia tetap bisa menyambung hidupnya,” bebernya.

Alfian juga berencana akan mengumpulkan pihak keluarga yang berselisih. Termasuk mengundang MUI dan tokoh lainya untuk mendamaikanya. “Sabtu rencana saya mau saya kumpulkan dan damaikan. Namun untuk proses hukum tetap berlanjut,” pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, peristiwa berdarah mewarnai malam takbiran, Selasa (4/6) di Dusun Krajan, Desa Tongas Wetan, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo. M. Fahrur Rozi, 24, dibacok dua anggota geng pemuda, saat sedang mayoran dengan teman-temannya.

Korban pun langsung dilarikan ke IGD RSUD Tongas oleh rekan-rekannya, sesaat setelah kejadian. Namun, nyawanya tidak tertolong. Saat sampai di IGD, warga RT 14/RW 06, Kelurahan Tongas Wetan itupun, meninggal dunia dengan luka bacok di dada. Atas insiden itu, polisi sudah mengamankan dua orang yang diduga sesebagai pelakunya. (rpd/fun)