Libur Lebaran, Gunung Arjuno-Welirang Diserbu Pendaki

KEMBALI BERGAIRAH: Sejumlah pendaki menuju jalur pendakian Arjuno-Welirang lewat pos perizinan Tretes, Prigen. Selama libur Lebaran, pengunjung jalur pendakian membeludak. (Mokhamad Zubaidillah/Radar Bromo)

Related Post

PRIGEN – Sempat lesu selama Ramadan, jalur pendakian Gunung Arjuno dan Welirang kembali ramai selama libur Lebaran. Ratusan pengunjung atau pendaki menikmati jalur pendakian selama libur Lebaran ini.

Padahal, dari catatan UPT Tahura R Soerdjo setempat, selama Ramadan jumlah pendaki hanya mencapai belasan. “Di libur Lebaran, jumlah pendakinya antara 400-500 orang pengunjung tiap harinya,” ujar Koordinator Objek Wisata Alam UPT Tahura R. Soerdjo Agus Budi Utomo.

Disebutkan Agus Budi, lonjakan pendaki itu terlihat sejak H+3 Lebaran atau sejak Sabtu (8/6). Pendaki yang datang didominasi dari luar Pasuruan. Seperti Jakarta, Jogja, Surabaya, Malang, Sidoarjo, hingga Nusa Tenggara Timur (NTT).

Selain libur sekolah dan libur Lebaran, kondisi cuaca yang cerah disebutkan juga jadi faktor penunjang yang membuat jalur pendakian cukup padat kali ini.

Meski alami tren peningkatan, namun jumlah pendaki yang berkunjung ke Gunung Arjuno-Welirang tahun ini masih jauh bila dibanding tahun lalu. Tahun lalu, sepanjang tahun ada 25.576 pendaki. Sementara tahun ini sampai Mei ada 16.256 pengunjung (selengkapnya lihat infografis).

Meski begitu, pihak UPT Tahura R Soerdjo optimistis capaian jumlah pendaki tahun lalu bisa disamai. Sebab, tahun ini masih tersisa enam bulan. Kunjungan pendaki paling banyak di libur sekolah atau akhir tahun.

Akses pendakian ke Gunung Arjuno dan Welirang sendiri bisa ditempuh lewat sejumlah akses. Mulai lewat pos izin pendakian Tretes, Prigen dan Tambaksari, Purwodadi, Kabupaten Pasuruan. Dua lainnya di Lawang, Kabupaten Malang dan Sumber Brantas, Kota Batu.

“Prediksi kami peningkatan jumlah pengunjung melakukan pendakian akan berlanjut hingga sepekan ke depan. Kebanyakan dari kalangan pelajar dan mahasiswa, saat ini masih libur sekolah dan kuliah,” jelas Agus Budi. (zal/mie)