Ini Kecelakaan Parah di Tol Malang-Pandaan yang Pernah Terjadi sejak Operasional

SAAT PUASA: Mobil Nissan March yang menabrak guardrail di tol Mapan pada pertengahan Mei lalu. Kecelakaan itu pertama kali terjadi di tol Mapan sesudah operasional. Inset: Kecelakaan mobil Innova dengan truk yang terjadi di tol Mapan, Rabu (12/6) siang. (Dok. Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

PANDAAN – Kecelakaan lalu lintas tidak hanya terjadi sekali di ruas jalan tol Malang-Pandaan (Mapan). Baik di wilayah Kabupaten Pasuruan maupun Malang.

Jawa Pos Radar Bromo mencatat, pada 15 Mei 2019 juga terjadi kecelakan di jalan tol Mapan, KM 62.800, Desa/Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Pasuruan. Saat itu sebuah mobil Nissan March nopol W 1990 CA menghantam median tengah jalan tol. Kemudian, Nissan menabrak truk nopol L 8085 CO di depannya. Sopir Nissan pun luka-luka. Penyebabnya, diduga sopir Nissan mengantuk.

Yang terbaru, adalah kecelakaan mobil Toyota Innova yang menabrak truk engkel muat kepala dan pisang, Kecelakaan ini membuat mobil Innova ludes terbakar. Meski begitu, kecelakaan tak sampai menimbulkan korban jiwa.

Kecelakaan ini, menurut Pimpinan Proyek (Pimpro) PT Jasamarga Pandaan Malang (JPM) Indrawan disebabkan oleh sejumlah faktor. Selain karena kelalaian pengendara, juga seringkali sopir memacu kendaraannya melebihi kecepatan maksimal yang ditentukan.

Tak heran, sejumlah kecelakaan terjadi di jalan tol. Baik itu di jalan Tol Mapan, maupun di jalan tol yang lain. Seperti, kecelakaan tunggal karena ban pecah, lalu kendaraan menabrak median dan guardrail, serta yang lain.

Menurutnya, batas kecepatan maksimal kendaraan di jalan tol yaitu 80 kilometer per jam. “Batas kecepatan maksimal saat melintas di ruas jalan tol Malang–Pandaan hanya 80 kilometer per jam. Sedangkan kecepatan minimal 60 kilometer per jam. Aturan ini seringkali kurang diperhatikan oleh pengendara,” tegasnya.

Batas maksimal dan minimal kecepatan kendaraan di jalan, menurutnya, ditetapkan dengan mempertimbangkan beberapa hal. Seperti, medan jalan, turunan dan tanjakan, serta belokan. Selain itu, juga mempertimbangkan radius atau jarak aman dan jarak tempuh antara kendaraan yang melintas.

Untuk jalan tol Mapan, medan jalan melewati dataran agak tinggi. Yaitu, di ketinggian 300-600 meter dari permukaan air laut (dpl).

“Berdasarkan kondisi medan jalan tol Mapan dan survei, kami tetapkan batas maksimal serta minimal kecepatan kendaraan seperti itu. Tentunya, batas maksimal dan minimal ini harus diperhatikan para pengendara. Agar aman dan meminimalisasi kecelakaan lalu lintas,” ungkapnya. (zal/fun)