Heboh Balon Udara di Binor Paiton, Mendarat di Sutet dan Berbahaya

PAITON – Sebuah balon udara raksasa tanpa identitas ditemukan mendarat di Desa Binor, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo. Mendaratnya balon tersebut, nyaris menimpa jaringan Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (Sutet) penghantar Paiton-Grati berkapasitas 500.000 Volt.

DEKAT SUTET: Balon udara yang mendarat di dekat saluran udara tengan ekstra tinggi (Sutet) di Desa Binor, Paiton, Selasa (11/6) lalu. Balon ini membahayakan karena bisa menyebabkan Sutet korsleting. (Istimewa)

Balon udara tersebut berdiameter 2.5 meter dan tinggi 15 meter. Balon itu, pertama kali ditemukan Selasa (11/6) laluoleh tim ground patrol (tim sutet) PT JITET selaku unit pengelola saluran Transmisi Jawa Bali di PLTU Paiton. Balon kemudian dievakuasi bersama kepolisian dan komunitas peduli lingkungan setempat (Perisai). Beruntung, balon tersebut tidak sampai jatuh di sutet. Sehingga tidak mengganggu pasokan listrik sekitar jatim.

Manajemen PT PLN (Persero) Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBTB) Suimam mengatakan, pihaknya menyayangkan atas kejadian tersebut. Pasalnya, jatuhnya balon itu nyaris mengenai Sutet. Meskipun belum sampai mengenai Sutet, hal ini dapat menambah daftar panjang catatan dampak negatif akibat pelepasan balon udara raksasa oleh masyarakat. “Kami sangat menyayangkan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, hal seperti itu pernah terjadi di beberapa Unit Pelaksana Transmisi (UPT) di Jawa Timur dan Bali. Yaitu di Malang, Madiun dan Juga Surabaya. Karena diameter cukup besar, jika sampai tersangkut antar phase atau phasa ground pada jalur transmisi, akan menyebabkan gangguan korsleting. Dan jika gangguan ini terdampak pada Sutet 500.000 Volt, fatality-nya dapat menghentikan sementara pasokan listrik antar wilayah Kabupaten/Kota maupun Provinsi.

“Karena ini bahaya kami mengimbau, ke depan pelepasan balon raksasa ini tidak dilakukan. Atau diikat menjauh dari keberadaan jalur transmisi agar pergerakannya tidak berpotensi bahaya. Terlebih lagi, ada aturan soal penerbangan balon udara liar, dapat dikenai sanksi pidana,” katanya.

Menyikapi temuan ini, Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Probolinggo Yulius Christian mengimbau kepada masyarakat luas khususnya di Kabupaten Probolinggo, untuk mempertimbangkan kembali untuk menerbangkan balon udara. Mengingat dampak negatif yang bisa terjadi dari kegiatan pelepasan balon raksasa maupun lampion massal.

“Pelepasan balon raksasa ini selain bisa mengganggu fasilitas publik seperti penyaluran Transmisi (SUTET/SUTT), masyarakat juga yang akan kena dampaknya. Apalagi jika mendarat bebas dengan kondisi terbakar tentu hal ini juga akan berpotensi menyebabkan kebakaran hutan yang sangat merugikan,” tegasnya.

Imbauan senada juga datang dari Kapolres Probolinggo AKBP Eddwi Kurniyanto. Masyarakat tidak diperbolehkan menerbangkan balon udara. Selain mengganggu rute penerbangan, juga berdamak negatif jika mengenai sutet.

“Sebelum lebaran kemarin kami telah memerintahkan anggota untuk menyisir. Tetapi, di Probolinggo tidak ada yang melakukan penerbangan balon udara. Untuk balon udara yang ditemukan itu, kemungkinan dari daerah lain,” jelasnya. (sid/fun)