Curi Motor di Beji, Ketahuan lalu Lempar Bondet, Maling Motor asal Plososari Keok Dimassa

BEJI – Ulah “nakal” Muhammad Husalim Andik, 26, warga Batuan, Desa Plososari, Kecamatan Grati, benar-benar membuat geram warga. Ia tidak hanya berusaha menggondol motor, tetapi juga melempar bondet ke arah korbannya.

Aksinya itu pun harus dibayar mahal. Ia tidak hanya gagal membawa motor incarannya. Tersangka juga dipukul beramai-ramai oleh warga yang mengejarnya. Bahkan, ia juga harus meringkuk di tahanan setelah polisi menciduknya.

Tersangka ditangkap polisi dan warga Rabu (12/6) siang. Penangkapan tersebut bermula dari aksi pencurian motor yang dilakukannya sekitar pukul 11.30. Saat itu, dia nekat menggarong motor yang tengah diparkir di tepi jalan kampung Pasinan, Desa/Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan. Motor itu milik Moch. Khoiron, 34, warga setempat.

Kanitreskrim Polsek Beji Ipda Tatok menyampaikan, tersangka melancarkan aksinya saat melihat motor Honda Beat warna putih itu berada di tepi jalan kampung setempat. Merasa tidak ada orang, tersangka pun mendekati motor korban.

Ia kemudian mengeluarkan kunci T untuk merusak kunci kontak motor korban. Ia nyaris saja berhasil. Namun, saat hendak membawa motor tersebut, korban memergokinya.

“Tersangka sempat merusak kunci kontak motor. Bahkan, sudah nyaris membawa motor itu. Tapi, ketahuan korban yang kemudian berteriak maling,” jelas Tatok.

Tahu aksinya kepergok, tersangka langsung lari dan meninggalkan motor yang akan dicurinya. Namun, korban langsung mengejar, sambil terus berteriak maling. Aksi kejar-kejaran pun terjadi antara korban dan tersangka.

Hingga sampai di rel kereta api Beji, korban merasa terdesak. Dia lantas mengeluarkan bondet dari saku celananya. Seketika itu, bondet dilemparkan ke arah korban. Korban pun terkena percikan ledakan bondet hingga membuatnya terluka.

“Kaki kiri korban terluka setelah terkena ledakan bondet yang dilempar pelaku,” kata Tatok.

Tersangka pun melanjutkan pelariannya hingga masuk kawasan perkebunan mangga desa setempat. Namun, upaya tersangka untuk melarikan diri akhirnya terhenti.

Sebab, tidak hanya korban yang mengejarnya. Warga pun ikut mengejar. Mereka mengejar karena mendengar teriakan maling dari korban, juga mengetahui bondet yang dilempar tersangka pada korban.

Pengejaran oleh warga itu membuat tersangka terdesak. Dia bahkan dikepung warga dan polisi yang segera datang ke lokasi. Begitu tertangkap, warga yang geram dengan ulahnya, sempat memukul tersangka beramai-ramai. “Untungnya, kami berhasil mengamankannya,” sambung Tatok.

Tersangka kemudian digiring ke Mapolsek Beji untuk diinterogasi. Dalam pengakuannya, tersangka melancarkan aksi pencurian itu seorang diri. “Pengakuannya, ia naik bus datang ke lokasi. Ia beraksi seorang diri,” tambahnya.

Namun, urai Tatok, ia tak mau begitu saja mempercayai keterangan tersangka. Saat ini pihaknya masih melakukan penyidikan, untuk memastikan ada-tidaknya orang lain yang terlibat dalam aksi pencurian tersebut.

“Kami masih mendalami. Pengakuannya, hanya satu orang. Tapi, bisa saja, ada orang lain yang terlibat,” pungkasnya.

Karena perbuatannya itu, tersangka dijerat pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan dan UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951. Ancamannya, bisa 7 tahun penjara. (one/fun)