SMP Dilarang Gunakan Tes Akademik, Dispendik: Tetap Diutamakan Zonasi

PASURUAN – Tak hanya penerimaan Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) SD yang proses seleksinya memerlukan tes tertentu. Di PPDB SMP, Dinas Pendidikan juga mengimbau, pada tahun ajaran baru 2019-2020 ini, tidak diperkenankan bagi lembaga sekolah, untuk menggelar tes akademik.

Penegasan itu disampaikan Hasbullah, Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Dikdas) Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten. Dia mengatakan, sudah ada aturan terkait jalur prestasi dan zonasi bagi daerah sekitar di sekolah SMP. “Tahun 2019 ini penerimaan siswa akan ditentukan lewat zonasi sekolah. Hal ini sesuai dengan Permendikbud Nomor 51 tahun 2018 tentang PPDB tahun 2019,” ujarnya.

Dijelaskan nantinya ada 4 tingkatan yang akan dilakukan untuk penerimaan di SMP negeri. Yang pertama pelajar yang memiliki prestasi akan masuk di jalur prestasi. “Di Jalur prestasi yang diakui adalah yang dari kejuaraan Dinas Pendidikan, seperti OSN, O2SN, FLS2N di tingkat Kecamatan pasti diterima,” terangnya.

Sedangkan siswa yang berada 1 dusun dengan lokasi sekolah, dipastikan langsung terima. Calon siswa yang berada 1 desa yang memiliki KIP/PKH dan dapat menunjukkan kartu asli maka dipastikan diterima.

Dispendik Kabupaten Pasuruan juga sudah memetakan desa-desa disekitar zonasi sekolah. Sehingga desa-desa di sekitar sekolah, dipastikan diterima dengan mempertimbangkan peringkat dari hasil Surat Keterangan Hasil Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional (SKHUABN)-nya.

“Dari nilai SKHUABN, nantinya akan dirangking sampai batas pagu yang dibutuhkan,” terangnya. Sehingga dipastikan di tingkat SMP sudah tidak boleh ada tes akademik dalam penentuan penerimaan siswa baru.

Untuk desa-desa sudah dipetakan. Misal sebagai contoh untuk zonasi SMPN 1 Bangil adalah dari Kelurahan Pogar, Kauman, Kiduldalem, Bendomungal dan Kolursari. Sedangkan di SMPN 2 Bangil adalah dari Desa Kalirejo, Kalianyar, Manaruwi, Tambakan dan Kersikan. Sedangkan zonasi SMPN 3 Bangil dari Kelurahan Gempeng, Dermo dan Latek dan SMPN 4 Bangil satap adalah Raci, Masangan dan Gerongan.

Hasbullan menjelaskan, jika ada siswa dari luar daerah yang ingin bersekolah di yang bukan zonasinya, harus ada surat tugas/surat mutasi dari pekerjaan orang tua. Dikatakan sistem ini adalah dalam rangka pemerataan pendidikan, sehingga tidak ada lagi sekolah unggulan dan siswa dapat belajar di sekolah terdekat dari lingkungannya.

Untuk PPDB SMP sendiri diperkirakan akan diumumkan secara resmi pada awal Juli mendatang. Sedangkan masuk hari pertama tahun ajaran baru 2019/2020 pada 15 Juli mendatang.

Di Kabupaten Pasuruan, tahun 2019 ini ada 62 SMP Negeri di Kabupaten Pasuruan tetap menggunakan sistem zonasi. Namun ada pengetatan di zonasi dusun dan desa sekitar sekolah. Sehingga sekolah dilarang keras melakukan tes akademik bagi calon siswa. (eka/fun)