Pemkab Harus Lunasi Utang Rp 25 Miliar, Diantaranya Obat di RSUD Waluyo Jati dan Tongas

PUNYA PEMKAB: RSUD Waluyo Jati di Kraksaan tampak dari depan. Pemkab Probolinggo masih memiliki tanggungan utang ke pihak lain, termasuk obat-obatan di RSUD Waluyo Jati. (Dok. Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

KRAKSAAN – Tahun ini Pemkab Probolinggo harus membayar utang ke pihak lain dalam jumlah cukup besar. Yaitu, sekitar Rp 25 miliar lebih.

Berdasarkan data yang dihimpun Jawa Pos Radar Bromo, jumlah utang pemkab terhadap pihak lain mencapai Rp 25.213.321.384,55. Rinciannya, pendapatan dibayar di muka Rp 3.802.385.654,67, utang beban Rp 8.710.950.371, utang jangka pendek Rp 12.531.588.176,98, dan utang jaminan pihak ke tiga Rp 57.173.369. Semua utang tersebut dilunasi pada 2019 ini.

Hery Cahyono, kepala Bidang Akutansi di Badan Keuangan Daerah (BKD) mengatakan, semua utang tersebut meliputi utang kepada rumah sakit. Baik itu RSUD Waluyo Jati maupun RSUD Tongas. Menurutnya, utang itu digunakan untuk pemenuhan obat dan lain sebagainya.

“Jadi macam-macam utangnya. Salah satunya yaitu kepada RSUD Waluyo Jati dan RSUD Tongas. Itu, ada yang dibuat pembiayaan pembelian obat dan lain sebagainya,” jelasnya.

Dari rincian utang itu, juga ada utang gaji pegawai. Contohnya, ketika pegawai naik eselon, otomatis gajinya bertambah. Nah, karena pertambahan itu, kadang gaji tambahan belum di bayarkan. Baru bisa dibayarkan pada tahun berikutnya.

“Itu banyak terjadi. Karena itu, kemudian tercatat sebagai utang. Dan pemda harus melunasi itu,” ungkapnya.

Untuk pihak luar, utang yang dimaksud yaitu pembayaran tagihan listrik. Utang ini biasa terjadi pada bulan di akhir tahun. Sehingga, pembayarannya di tahun 2019.

“Tentunya akan dilunasi semua. Penulasan saat ini sedang proses,” ungkapnya. (sid/fun)