Okupansi Hotel di Pasuruan Terdongkrak Libur Lebaran

PRIGEN – Okupansi hotel di Pasuruan terdongkrak libur Lebaran 1440 Hijriah. Bahkan, tingkat okupansi selama libur Lebaran kemarin mencapai rata-rata 70 persen.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Pasuruan Djoko Widodo mengatakan, kendati ada peningkatan selama libur Lebaran, tingkat okupansi masih lebih rendah dibanding libur Lebaran tahun lalu. “Tahun lalu masih lebih baik hingga 80 persen okupansinya. Tahun ini rata-rata hanya 70 persen,” ujarnya.

Djoko mengatakan, selama Ramadan 1440 Hijriah, okupansi hotel anjlok bahkan hingga mencapai 20 persen. Turunnya okupansi ini karena banyak masyarakat yang jarang berlibur selama Ramadan. Sehingga, berpengaruh pada tingkat hunian hotel.

Namun, lonjakan hunian kembali tinggi saat libur Lebaran. Kendati puncak hunian hanya tertinggi pada tanggal 6-8 Juni. “Sedangkan tanggal 5 Juni sudah ada, namun tidak terlalu tinggi. Setelah tanggal 9 Juni dan berikutnya menurun dan sekarang ini mulai Senin kembali stabil seperti hari biasa sekitar 30-40 persen,” terangnya.

Menurutnya, Lebaran tahun ini memang tidak melonjak jauh. Penyebabnya, liburan Lebaran yang lebih pendek membuat kegiatan liburan dan menginap menurun. Libur setelah Lebaran yanga hanya beberapa hari, membuat masyarakat banyak yang memilih berkunjung kepada keluarganya.

Djoko mengatakan, setelah hari masuk normal, tingkat okupansi hotel di Pasuruan mulai stabil lagi. “Kami berharap nanti akan ada lonjakan lagi saat liburan sekolah pada pertengahan Juni sampai Juli. Semoga meningkatkan kegiatan liburan dan berimbas ke okupansi hotel di Pasuruan,” ujarnya. (eka/rud)