Kemarau Tiba, BPBD Kab Probolinggo Sebut Dampak Kekeringan Belum Ada

KRAKSAAN – Sebulan sudah, Kabupaten Proboinggo memasuki musim kemarau. Hingga saat ini belum ada desa yang mengajukan droping air bersih. BPBD Kabupaten Probolinggo klaim belum ada desa yang terdampak kekeringan.

Hal itu disampaikan Kepala BPBD Kabupaten Probolinggo, Anggit Hermanuadi. Saat dikonfirmasi, Anggit mengatakan, belum ada pengajuan pengiriman atau droping air bersih dari desa. Karena kondisi sampai saat ini, musim kemarau tidak sampai dampak pada kekeringan.

“Semoga saja tidak ada yang terdampak kekeringan. Ini sudah sebulan memasuki musim kemarau. Alhamdulillah, tidak ada yang mengajukan droping air bersih,” katanya pada Jawa Pos Radar Bromo, Senin (11/6).

Anggit menjelaskan, pihaknya sendiri tidak mengalokasikan anggaran khusus untuk penanganan dampak kekeringan. Namun, sudah ada anggaran operasional untuk droping air bersih.

Hanya saja, anggaran operasional itu tidak terlalu besar. Sehingga, pihaknya pun akan mengajukan ke Pemprov Jatim. Jika dampak dari kekeringan cukup luas. “Jika hanya beberapa desa yang terdampak, bisa gunakan anggaran operasional untuk droping air bersih,” katanya.

Anggit menjelaskan, data daerah kerawanan kekeringan di Kabuapten Probolinggo, masih menggunakan data tahun lalu. dimana, dari 24 kecamatan, sejumlah desa di 13 kecamatan masih rawan terdampak musim kemarau. Namun, lebih sering desa yang alami kekeringan air bersih berada di daerah Banyuanyar, Wonomerto, Lumbang dan wilayah lainnya.

“Dalam kesiapsiagaan, kami sudah siapkan truk tangki yang bisa untuk droping air bersih. kami berharap, desa dan kecamatan untuk segera melaporkan jika ada daerah yang membutuhkan droping air bersih,” terangya. (mas/fun)