Jalan Berliku Pembangunan Embung Baru di Wonorejo

BANGIL – Rencana pembangunan embung baru di wilayah Wonorejo, Kabupaten Pasuruan, belum bisa dilakukan dalam waktu dekat. Pemkab Pasuruan masih menunggu Survey Investigation Design (SID) yang dilakukan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas.

Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Tata Ruang Kabupaten Pasuruan Hanung Widya Sasangka mengatakan, penambahan embung di Kabupaten Pasuruan memang akan dilakukan. Selain embung Welulang yang masih tahap pembangunan, ada embung lain yang ingin dibangun.

Embung yang dimaksud akan direalisasikan di Wonorejo. Selain untuk konservasi alam, keberadaannya juga bertujuan menyediakan air baku dan irigasi di wilayah Wonorejo. “Sehingga, kebutuhan irigasi bisa terpenuhi. Dengan begitu, bisa mendukung produksi padi,” ujarnya.

Hanya saja, pembangunan embung di Wonorejo belum bisa dilakukan dalam waktu dekat. Selain menunggu proses pembebasan lahan, juga menunggu hasil SID. “Pembangunannya akan direalisasikan BBWS Brantas. Sekarang ini masih tahap SID,” ujarnya.

Karenanya, pembangunan embung yang akan direalisasikan di atas lahan 4 hektare itu baru bisa direalisasikan tahun depan. Bila terealisasi, tentunya jumlah embung di Kabupaten Pasuruan akan semakin banyak. Saat ini sudah ada enam embung yang dibangun pemerintah.

Meliputi, Embung Mbiting, Desa Sukoreno, Kecamatan Sukorejo; Embung Kertosari, Kecamatan Purwosari; Embung Kedungbanteng, Kecamatan Rembang; Embung Krikilan, Kecamatan Kejayan; Embung Kalisat, Kecamatan Rembang; dan Embung Sanganom di Kecamatan Nguling. (one/rud)